Canangkan 12 Desa Wisata Baru

FOTO BERSAMA: Pemkab Rembang saat berkunjung ke Desa Wisata Candimulyo, Kecamatan Sedan, belum lama ini. (HUMAS/JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang mencanangkan 12 desa menjadi calon desa wisata baru tahun ini. Seluruh calon desa wisata baru tersebut saat ini sudah memiliki obyek wisata yang beragam, mulai dari persawahan, perbukitan, hingga wisata danau.

Belasan calon Desa Wisata tersebut yaitu Desa Candimulyo, Dadapan, Ngulahan Kecamatan Sedan, Desa Sudho dan Karangsari Kecamatan Sulang, Desa Terjan Kecamatan Kragan, Desa Sendang Asri dan Gowak Kecamatan Lasem, Desa Tuyuhan Kecamatan Pancur, Desa Panohan Kecamatan Gunem, Desa Tireman Rembang Kecamatan Rembang, Desa Pamotan Kecamatan Pamotan.

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, pihaknya mendukung penuh upaya pengembangan wisata di desa. Menurutnya, hal tersebut merupakan salah satu cara untuk mewujudkan desa yang mandiri. Namun demikian, dirinya mengingatkan bahwa diperlukan kolaborasi antara pemerintah desa dan warga setempat, terkait pengembangan wisata.

“Kita harus menghindari adanya pihak-pihak yang merasa paling hebat, ataupun bergerak sendiri-sendiri nantinya. Dukungan keramahan warga setempat dan kebersihan menjadi modal awal untuk menarik minat wisatawan. Contoh daerah itu wisatanya sudah maju, tapi sampahnya tidak terurus itu bisa jadi persoalan,” jelasnya.

Rembang memiliki beragam potensi yang belum tentu dimiliki kota lainnya, mulai dari wisata pantai, religi, sejarah sampai perbukitan. Sehingga, perlu adanya keaktifan Forum Desa Wisata untuk saling berbagi gagasan terkait pengembangan wisata di desa.

“Forum diskusi ini nantinya bisa menjadi wadah untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Forumnya ada tapi kalau tidak ada koordinasi dan tidak ada diskusi ya lebih baik jangan ada forum,” tegasnya.

Hafidz meminta agar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dapat menyusun agenda wisata dalam satu tahun. Sehingga, Pemkab dapat lebih mengoptimalkan kunjungan wisatawan di Kota Garam.

“Per minggu kalau bisa ada festival. Terkait pendanaan, kita jangan berpikir itu, tapi kita harus sudah punya rencana itu. Festivalnya tidak harus di satu titik, tapi di semua titik desa yang ada. Saya minta 2023 mulai menyusun event-event yang bentuknya festival,” pungkasnya. (hms/abd)