KUDUS, Joglo Jateng- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun ajaran 2022/2023 di Kabupaten Kudus dilakukan secara online berjalan lancar. Meski terdapat beberapa Calon Peserta Didik (CPD) yang masih kebingungan terkait pendaftaran, PPDB kali ini terbilang lancar.
Kepala SMP 4 Kudus Dedi Triaprianto menyatakan, dalam pelaksanaan PPDB kemarin, pihaknya tidak menyediakan pelayanan guna membantu pendaftaran PPDB bagi para CPD. Dikarenakan sekolah mengikuti instruksi yang sudah ada terkait PPDB online.
Ia mengungkapkan, pendaftaran PPDB online terbilang lancar. Baik dari sistem maupun teknisnya.
“Saya berharap siswa-siswa yang berprestasi bisa merata di seluruh sekolah. Dan kuota 30% jalur prestasi di SMP 4 Kudus bisa terpenuhi. Dengan adanya jalur zonasi ini, kami berharap pelajar yang berprestasi bisa terjaring di sekolah kami. Pastinya para pelajar yang lolos masuk ke SMP 4 Kudus diharapkan bisa mengikuti pelajaran dengan baik,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala SMP 1 Mejobo Aksis Dermawan menjelaskan, meski aturannya sudah jelas, PPDB tahun ini dilakukan secara online, dan bukan offline, namun, pihaknya menyediakan tim yang ditugaskan untuk menjawab berbagai pertanyaan terkait PPDB.
“Tapi, kalau mereka kebingungan terkait teknis ataupun berkas-berkas, mereka datang SMP 1 Mejobo. Ada tim yang berisi empat orang untuk menjelaskan di depan. Mereka bertugas menjawab pertanyaan-pertanyaan dan keluhan yang muncul dari para CPD, wali murid, ataupun pihak SD/MI,” terangnya.
Pihaknya menjelaskan, misal SMP 1 Mejobo menyediakan layanan pendaftaran offline, takutnya akan terjadi hal yang tidak kondusif dan menimbulkan kerumunan. Ia juga mengungkapkan harapannya, semoga pelajar yang tersaring di SMP 1 Mejobo tahun ini lebih berkualitas, baik secara karakter maupun akademiknya.
“Masih mengantisipasi di masa pandemi ini, makanya sesuai dengan aturan kita lakukan PPDB full secara online. Tapi seandainya ada satu atau dua CPD yang memang perlu dibantu ya kita bantu. Dari pelaksanaan PPDB tahun ini, tidak banyak yang datang kesini untuk bertanya, tidak lebih dari 15 orang,” jelasnya.
Ketua Panitia PPDB SMP 1 Mejobo Junaedi menyatakan, selama pelaksanaan PPDB tahun ini tidak ada masalah. Baik secara sistem maupun teknisnya berjalan dengan lancar.
“Kebanyakan yang kesini untuk bertanya itu mereka menanyakan alasan tidak lolos verifikasi. Padahal di aplikasinya sudah ada keterangan alasan tidak lolos. Misalnya, ditolak karena KK nya belum ada satu tahun, piagam tidak sesuai, atau Kartu Indonesia Pintar (KIP) nya tidak sesuai dengan departemen sosial,” ungkapnya. (cr1/fat)










