Tiga Sekolah Lanjutkan PPDB Offline untuk Pemenuhi Kuota

DAFTAR: Kondisi PPDB ofline di SMP 4 Bae, belum lama ini. Terdapat tiga sekolah di Kabupaten Kudus yang belum memenuhi kuota PPDB online yang dilakukan pekan lalu. (DOK. PRIBADI / JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Kudus telah usai 25 Juni lalu. Namun, terdapat tiga SMP yang belum memenuhi kuota yang disediakan sekolah masing-masing. Tiga SMP tersebut ialah, SMP 3 Bae, SMP 4 Bae, serta SMP 2 Dawe.

Berdasarkan tiga permintaan SMP tersebut, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) telah mengizinkan mereka untuk membuka PPDB lagi secara offline, dengan pendaftaran sesuai jalur PPDB online. PPDB offline tersebut berlangsung mulai Senin (27/06) lalu, hingga Kamis (30/06).

Kepada Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Harjuna Widada melalui Kasi Kurikulum Disdikpora Afri Shofianingrum menjelaskan, jika sampai batas terakhir pendaftaran kuota di tiga SMP tersebut masih kurang, pihaknya akan memperbolehkan untuk tetap membuka PPDB offline. Waktunya dapat dilaksanakan hingga sekitar lima hari sebelum tahun ajaran baru dimulai. Harus ada jaraknya, dikarenakan terdapat administrasi yang harus di selesaikan juga.

“Sebenarnya siswa disekitar mereka sudah terserap dengan adanya zonasi. Ya memang harus promosi lebih lagi. Tidak apa-apa, itu tantangan buat sekolah. Kita mendukung PPDB offline ini, jangan sampai ada anak anak yang tidak terpilih sekolah pilihannya, terus putus asa dan tidak sekolah,” terangnya.

Sementara itu, Kepala SMP 3 Bae Noor Hidayah mengatakan, di SMP 3 Bae dalam PPDB online hanya mendapatkan 160 Calon Peserta Didik (CPD). Padahal kuota yang tersedia sebanyak 256 peserta didik yang terbagi kedalam delapan kelas nantinya. Sementara, PPDB offline hingga Kamis (30/6) terpantau mendapat tambahan 13 CPD.

“Untuk sekarang ini, yang sudah daftar ulang ada 147 CPD. Jika pada batas terakhir pendaftaran tetap sedikit yang mendaftar, kita akan tetap berjalan apa adanya,” ungkapnya.

Ia menduga, faktor letak SMP 3 Bae mempengaruhi kurangnya peserta didik yang mendaftar. Kecamatan Bae merupakan kecamatan yang penduduknya terbilang sedikit. Namun memiliki empat SMP. Sehingga para pelajar terpecah ke empat sekolah.