KUDUS, Joglo Jateng – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus tengah melaksanakan Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 kepada sejumlah balita di wilayah tersebut. Tujuan dari survey ini untuk mengetahui prevalensi stunting di indonesia.
Sub Koordinator Bidang Kesehatan Keluarga dan Gizi Muslimah mengatakan, pelaksanaan SSGI sudah sesuai aturan dari tim survey pusat. Rangkaian kegiatan seperti perekrutan, wawancara, tes dan praktik untuk tim survey sudah selesai pada Jumat (2/9). Sedangkan tim survey turun ke lapangan pada Sabtu (3/9).
“Terdapat 4 tim berisi 2 orang. Tim sudah melalui pelatihan secara daring dan luring yang berakhir di Jumat. Sejak Sabtu sampai saat ini sudah terjun ke lapangan,” kata Muslimah.
Diketahui, tim survey sudah diserahkan ke puskesmas untuk pendampingan di sejumlah wilayah. Pihak DKK juga melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan SSGI 2022.
Sebelumnya, hasil sampling pada tahun lalu berjumlah 300 balita dinilai kecil dan belum mewakili sebagain jumlah balita di Kudus. Sedangkan tahun ini sampling yang diambil sekira 600 keluarga yang mempunyai balita. Menurutnya jumlah ini meningkat dua kali lipat dibanding tahun kemarin. Dengan total 62 ribu balita di Kudus.
Muslimah berharap hasil yang diperoleh bisa menjadi standar sampling dan mewakili balita yang ada di Kudus. Ia mengklaim survey tahun ini lebih terencana dari tahun lalu. Tim survey juga sudah dibekali keterampilan menghadapi masalah di lapangan.
“Sebenarnya sudah banyak perubahan di tahun ini. Karena SSGI tahun ini lebih terencana, sekaligus meminimalisir kesalahan dengan pembekalan tim survey sebelum terjun ke balita,” ucap Muslimah.
Ia menambahkan pelaksanaan SSGI selesai pada akhir September dan hasil data langsung dikirim ke Kementerian Kesehatan. Sehingga data yang didapat tidak diketahui oleh DKK Kudus, melainkan pemerintah pusat yang mengolah data tersebut.
“Tim survey sudah dibekali android untuk mendata balita. Nantinya dilakukan analisis oleh pusat,” ujar Muslimah. (cr3/fat)










