KUDUS, Joglo Jateng – Revitalisasi Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang telah lama di harapkan masyarakat, kini telah dimulai. Pengerjaan fisik telah dimulai sejak Senin (19/9) lalu. Revitalisasi tersebut ditujukan pada enam puskesmas menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebesar Rp 8,5 Miliar.
Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan (PSDK) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Edi Kusworo menjelaskan, pengerjaan fisik untuk revitalisasi enam puskesmas yang rusak di Kudus telah dimulai sejak Senin (19/9) lalu. Enam puskesmas tersebut merupakan puskesmas yang memiliki urgensi tinggi untuk segera diperbaiki.
Puskesmas yang direvitalisasi meliputi, Puskesmas Jati, Puskesmas Rendeng, Puskesmas Rejosari, Puskesmas Sidorekso, Puskesmas Mejobo serta Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Rahtawu. Terkhusus Puskesmas Mejobo masih dalam fase tender ulang. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya yang lolos dalam tender awal.
“Revitalisasinya bermacam-macam. Meliputi, perbaikan atap, perbaikan bangunan, menambah ruangan, meninggikan bangunan, dan menambah lantai. Namun, rata-rata puskesmas itu atapnya bocor, jadi banyak yang perbaikan atap,” terangnya.
Revitalisasi enam puskesmas tersebut menggunakan anggaran sebesar Rp 8,5 Miliar yang berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Untuk Puskesmas Jati, alokasi anggaran berkisar lebih dari Rp 1,8 Miliar, sekitar Rp 1,4 Miliar untuk Puskesmas Rendeng, Puskesmas Rejosari kurang lebih Rp 1,2 Miliar.
“Sedang Puskesmas Sidorekso kurang berkisar Rp 2,2 Miliar. Pustu di Desa Rahtawu berkisar Rp 325 juta, dan Puskesmas Mejobo sekitar Rp 1,2 Miliar,” imbuhnya.
Pihaknya menyatakan, selesainya revitalisasi puskesmas tersebut ditargetkan pada bulan Desember mendatang, pada pekan kedua. Meskipun Pustu di Desa Rahtawu masih menjalani proses lelang, pihaknya meyakini revitalisasinya dapat selesai tepat waktu, bersamaan dengan puskesmas lainnya.
“Dengan adanya revitalisasi tersebut, diharapkan kinerja dan pelayanan puskesmas dapat menjadi lebih baik lagi dan sesuai standar kelayakan. Sehingga masyarakat merasa nyaman ketika ke puskesmas,” harapnya. (cr1/fat)










