PEKALONGAN, Joglo Jateng – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan mengkaji penerapan kurikulum muatan lokal kebencanaan. Hal itu dilakukan agar bisa dimasukkan dalam materi pelajaran di tingkat Sekolah Dasar (SD).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Zainul Hakim mengatakan, pemberian muatan lokal kebencanaan jenjang SD bertujuan agar siswa tidak pasif, apatis, dan paham apa yang harus dilakukan dalam menghadapi perkembangan perkotaan yang semakin kompleks. Termasuk potensi kebencanaan.
“Kami berharap, kurikulum ini bisa memberikan dasar kepedulian pada anak dan kelak jika mereka menjadi seorang ilmuwan bisa ikut mengatasi permasalahan kebencanaan dan permasalahan lingkungan yang ada di daerah ini,” katanya, Selasa (1/11).
Penerapan kurikulum muatan lokal kebencanaan disebut sudah dapat dimasukkan dalam materi pembelajaran di tingkat SD pada 2023. “Kurikulum muatan lokal kebencanaan ini bisa berisi tentang mitigasi bencana. Kami sudah melakukan pembahasan masalah ini pada para kepala sekolah SD dan pengawas untuk memberikan masukan-masukan,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Unang Suharyogi menerangkan, pada konten kurikulum muatan lokal kebencanaan yang akan diimplementasikan mulai dari kelas 1-6 SD, di antaranya masalah banjir, rob, penurunan muka tanah, sampah, dan wabah penyakit. Menurutnya, Kota Pekalongan menjadi kota pertama di Indonesia yang menginisiasi implementasi kurikulum muatan lokal kebencanaan di tingkat SD.
“Ketika kurikulum muatan lokal itu dimunculkan adalah menjadi kewenangan daerah. Dalam pengimplementasian kurikulum muatan lokal kebencanaan ini bisa diintegrasikan dengan pelajaran lain atau kami sampaikan pada sekolah sebagai tema proyek profil pelajar Pancasila yang diajarkan sesuai tingkat dasar masing-masing kelas,” tandasnya. (ara/abd)










