Cegah Bullying, SMPN 7 Pemalang Terapkan Program SSPS

DAMPINGI: Tim Guru BK SMPN 7 Pemalang saat menerima konseling dari anak, beberapa waktu lalu. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – SMPN 7 Pemalang menerapkan program Sahabat Siswa Peduli Siswa (SSPS). Hal itu untuk menekan kasus bullying yang menjadi salah satu permasalahan kenakalan remaja. Program tersebut dilakukan dengan merangkul anak didik layaknya seorang teman.

Pengampu BK SMPN 7 kelas 7 Arief Ananda mengatakan, potensi kasus bullying pada saat pembelajaran tatap muka (PTM) lebih besar dibandingkan waktu kelas online saat pandemi. Hal ini karena banyak siswa yang tidak mengenal satu dengan lainnya, sehingga potensi gesekan permasalahan kekerasan baik verbal maupun non verbal lebih sering ditemukan.

“Kami ingin menekan kasus bullying saat PTM. Di sinilah program ini berjalan. Dengan memberikan pengertian bahwa guru adalah sahabat mereka yang mampu mendengarkan setiap permasalahan baik dalam hal belajar, pertemanan sampai keluarga,” ujarnya.

Dengan semangat tersebut, pihaknya berhasil menekan angka kasus bullying yang terjadi saat PTM berlangsung. Di mana selama hampir satu semester di tahun ajaran 2022-2023 tim guru BK SMPN 7 Pemalang angka kasusnya di bawah 10 persen.

“Alhamdulillah kasus bullying yang tadinya hampir 20 persen ini bisa kita tekan. Bila terjadi kasus pun bisa langsung diselesaikan antar siswa tidak sampai menyangkut orang tua atau pihak lain,” terangnya.

Orang tua siswa diharapkan bisa membatasi penggunaan teknologi, terutama telepon pintar. Sebab menurutnya, banyak kasus terjadi karena faktor tontonan anak di media sosial.

“Beri pendekatan kepada anak agar mereka tidak terlalu asyik bermain telepon pintar. Salah satunya dengan mengatur jadwal penggunaan, sehingga ini akan menekan angka kekerasan di antara mereka yang sering kali dipicu adanya konten di media sosial,” tuturnya. (fan/abd)