Kudus  

Sepekan, Pengungsi Banjir di Kudus Capai Ribuan Jiwa

Sekretaris Palang Merah Indonesia (PMI) Kudus Imam Santosa. (SHELA MEYLANI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Akibat hujan yang mengguyur Kabupaten Kudus sejak Sabtu (31/12/2022) lalu, beberapa wilayah masih terendam banjir. Kini, jumlah warga yang terdampak mencapai 48.181 jiwa. Sedang pengungsi telah mencapai lebih dari seribu jiwa, tepatnya 1.106 jiwa.

Sekretaris Palang Merah Indonesia (PMI) Kudus Imam Santosa menyampaikan, jumlah warga yang terdampak kini mencapai 48.181 jiwa, dengan jumlah pengungsi sebanyak 400 KK atau 1.106 jiwa. Wilayah terdampak sementara kini meliputi Kecamatan Undaan, Kecamatan Jati, Kecamatan Mejobo, Kecamatan Kaliwungu, dan Kecamatan Jekulo.

Di cakupan Kecamatan Undaan, ada Desa Karangrowo yang terendam banjir rata-rata 10-80cm, warga terdampak sejumlah 2.230 jiwa, 242 jiwa mengungsi di DPRD. Kemudian 145 jiwa mengungsi di balai desa setempat. Sementara Desa Ngemplak terendam banjir dengan rata-rata 10-60cm, warga terdampak sejumlah 1775 jiwa, dan 10 jiwa mengungsi di gedung JHK.

“Desa Undaan Lor terendam banjir rata-rata 10-50cm, warga terdampak sejumlah 673 jiwa. Desa Undaan tengah rata-rata banjirnya 10-50 cm dan Desa Wates rata-rata 10-50cm. Di tiga desa itu sampai kini belum ada yang mengungsi, ” terangnya.

Untuk Kecamatan Jati, ada Desa Jetis Kapuan, ketinggian air rata-rata 20-130cm, warga terdampak sejumlah 1.130 jiwa, 10 jiwa mengungsi di gedung PKK dan sembilan jiwa di RTQ Darussalam. Di Desa Jati Wetan, ketinggian air rata-rata 10-100 cm, warga terdampak capai 1.860 jiwa, 278 jiwa mengungsi di balai desa.

“Desa Pasuruan lor tinggi airnya capai 10-50cm, warga terdampak sejumlah 1.238 jiwa, 47 jiwa mengungsi di TPQ Khuryatul Fikri. 1.238 jiwa warga Desa Tanjung Karang terdampak, 127 jiwa mengungsi di Gereja tanjung Karang, 23 jiwa di klenteng, dan 13 jiwa di SD 2 tanjung Karang,” imbuhnya.

Selanjutnya, 300 jiwa warga Desa Jati Kulon terdampak, dan dua jiwa mengungsi di balai desa. Untuk Desa Temulus Kecamatan Mejobo, rata-rata ketinggian air 10-60 cm, 2.429 jiwa terdampak. 1800 warga Desa Golan Tepus terdampak banjir, dan 3200 warga Desa Kesambi terdampak.

“1.127 jiwa warga Desa Payaman terdampak banjir, 21 jiwa mengungsi di SD 1 Payaman dan 12 jiwa mengungsi di SD 4 Payaman. Dan 125 warga Desa Gulang terdampak banjir, di Desa Mejobo ada 2.470 terdampak, 500 jiwa di Desa Hadiwarno, 200 jiwa di Desa Kirig, dan 3.750 jiwa di Desa Jojo,” ujarnya.

Di Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, 816 jiwa terdampak dan 48 jiwa mengungsi di MWC Kaliwungu. 1036 jiwa Desa Banget terdampak, 614 jiwa Desa Kedungdowo terdampak, dan 300 jiwa Desa Blimbing Kidul terdampak. Kemudian di Desa Bulung Cangkring Kecamatan Jekulo terdapat 1.200 jiwa terdampak.

“2.600 jiwa warga Desa Bulung Kulon terdampak dan 1.000 jiwa warga Desa Sadang terdampak banjir. Namun belum ada yang mengungsi,” tambahnya. (mey/fat)