KUDUS, Joglo Jateng – Pasokan sembako di pengungsian aula gedung DPRD Kabupaten Kudus melimpah. Namun di satusisi masih kekurangan lauk pauk. Hal itu disampaikan Kepala Bagian Umum dan Humas, DPRD Kudus, Imam Sofwan saat ditemui.
Imam Sofwan mengatakan, aula DPRD masih digunakan untuk posko korban banjir dari beberapa wilayah setempat. Sebab di lokasi banjir, terkadang ketinggian air turun, kemudian kembali meninggi saat hujan.
Di tempat pengungsian, diberikan makanan tiga kali sehari. Kemudian malam, ada suguhan kopi atau teh. Di dapur umum, pihaknya ada tim yang memasak dan dibantu oleh para ibu yang ada di pengungsian, serta mahasiswa KKN.
Pihaknya menguraikan stok bahan makanan mencukupi bahkan melimpah. Di gudang sudah ada banyak beras, mie instan, dan telur. Namun, dapur umum kekurangan sayuran, bumbu dapur, dan lauk pauk.
“Lauk pauk di sini yang kurang. Kalau beras dan mie instan banyak di dapur,” katanya sambil tertawa.
Lebih lanjut, ia bercerita, kebanyakan donatur menyumbangkan beras, minyak, dan mie instan. Hal itu karena bahan makn tersebut memang bahan makanan yang mudah dibawa dan biasa didonasikan.
“Kami biasanya nanti akan membeli sayuran dan bumbu dapur di dua atau tiga hari sekali. Tergantung bahan yang habis dan memang mudah busuk. Sementara lauk beli setiap hari di pasar”, ujarnya. (cr8/fat)










