Jepara  

Kemendagri Apresiasi Kinerja Penjabat Bupati Jepara

MENDENGARKAN: Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta beserta jajarannya saat mengikuti rapat Evaluasi Kinerja Penjabat Kepala Daerah se-Indonesia secara virtual, Selasa (31/1/23). (HUMAS/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengapresiasi kinerja Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta tahun 2022. Hal itu dikarenakan terdapat beberapa indikator keberhasilan Jepara. Di antaranya terkait pendapatan dan belanja daerah, penangan kemiskinan, serta peningkatan penggunaan produk dalam negeri.

Apresiasi tersebut disampaikan Inspektur Jendral (Irjen) Kemendagri Tomsi Tohir, saat rapat Evaluasi Kinerja Penjabat Kepala Daerah se-Indonesia secara virtual, Selasa (31/1/23).

Selamat Idulfitri 2024

Dalam kempatan tersebut, Edy Supriyanta mengikuti bersama Sekda Edy Sujatmiko, dan pimpinan perangkat daerah secara virtual di ruang Command Center Setda. Dari ratusan kabupaten/kota yang mengikuti rapat evaluasi tersebut, Jepara salah satu kabupaten/kota yang disebut pencapaiannya cukup baik oleh Irjen Kemendagri Tomsi Tohir.

Baca juga:  Merawat Literasi, Buka Bersama Sekaligus Menggambar Kreasi Kaligrafi

“Ini Jepara cukup bagus capaiannya. Hanya ada satu indikator yang perlu didorong dan ditingkatkan lagi,” kata Tomsi.

Dari laporan Irjen Tomsi, dari 101 pemerintah provinsi, kabupaten/kota di Indonesia yang mengikuti rapat evaluasi, rata-rata terdapat dua bahkan empat indikator yang masih berada di bawah angka nasional. Sedangkan Jepara hanya satu indikator yang masih berada di bawah nasional yakni proxy inflasi.

PAPARAN: Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta menyampaikan terima kasih kepada pimpinan perangkat daerah yang sudah bekerja keras mencapai hasil positif di ruang Command Center Setda Jepara, Selasa (31/1/23).

Untuk indikator APBD, pendapatan rata-rata nasional sebesar 97,03 persen Jepara mampu mencapai 97,86 persen. Sedangkan belanja dengan angka rata-rata nasional 87,63 persen Jepara mampu mencapai 92,67 persen. Untuk inflasi atau proxy inflasi harusnya berada dibawah angka 1 persen, sedangkan di Jepara masih berada di angka 1,59 persen.

Baca juga:  KPU Jepara Buka Rekrutmen PPK, PPS dan KPPS

“Ini perlu didorong lagi agar inflasi turun dibawah angka 1 persen,” ucap Tomsi

Sementara untuk tingkat kemiskinan ekstrem Jepara berada di angka 1,82 persen masih dibawah angka provinsi maupun kabupaten/kota lainnya yaitu 2,64 persen. Keberhasilan lain yaitu penanganan angka stunting, di Jepara turun menjadi 18,2 persen dari angka rata-rata nasional 21,5 persen.

Untuk realisasi Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Jepara berada di atas angka nasional yaitu 63,19 persen. Juga angka pengangguran dibawah rata-rata nasional yaitu 4,1 persen. “Ini bisa menjadi pijakan untuk melangkah di 2023. Serta menjadi perhatian khusus,” kata dia.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian berpesan kepada perangkat daerah untuk meningkatkan kinerja. Salah satunya dengan sering turun ke lapangan, untuk menyapa masyarakat.  “Hal ini sebagaimana dilakukan Bapak Presiden Joko Widodo yang sering turun ke lapangan untuk memecahkan segala persoalan,” katanya.

Baca juga:  Raja Salman Kucurkan Paket Sembako kepada Da’i dan Khatib

Mendengar ulasan dari Kemendagri, Pj. Bupati Jepara Edy Supriyanta mengucapkan terima kasih kepada pimpinan perangkat daerah yang sudah bekerja keras mencapai hasil positif. Semua yang dilakukan oleh kepala dinas, semua akan terekam. Dengan adanya inflasi proxy di atas 1 persen, Edy meminta dinas terkait untuk menggenjot lagi UMKM, dan pertanian.

“Pemantauan harga di pasar bisa disampaikan ke Inspektorat. Dari Inspektorat bisa langsung disampaikan ke Dirjen. Ini keseriusan kita untuk menekan inflasi,” kata Edy. (hms/gih/adv)