PATI, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Pembangunan Komitmen Penyusunan Arsitektur Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE), Rabu (1/3/23). Penyusunan sistem tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pati Jumani yang hadir pada kesempatan itu mengatakan, sistem tersebut memiliki peranan besar terhadap kinerja OPD dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Keberadaan SPBE ini juga dapat membantu mempermudah cara kerja, sehingga membutuhkan komitmen bersama untuk mewujudkannya.
“Rakor Ini untuk membangun komitmen semua OPD terkait dengan penyusunan arsitektur SPBE di Kabupaten Pati. SPBE ini pengaruhnya sangat banyak. Salah satunya berpengaruh terhadap nilai reformasi birokrasi,” katanya, Rabu (1/3).
Jumani mengatakan, memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat merupakan tujuan utama. Namun hal tersebut juga harus membutuhkan komitmen bersama dari semua OPD.
“Intinya pelayanan dari OPD perlu dipermudah. Sehingga masyarakat lebih mudah dalam mengurus kebutuhan dengan pemerintah daerah. Dari mulai pelayanan di rumah sakit, Disdukcapil dan lainnya. SPBE memudahkan itu semua nanti,” paparnya.
Dalam penyusunan sistem tersebut, pihaknya juga didampingi oleh Tim Evakuator SPBE (KemenPANRB). Sehingga nantinya diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap indeks penilaian di tahun mendatang.
“Target kami nanti 3,5. Mudahan-mudahan dengan membangun komitmen semua OPD ini yang didampingi evaluatur nasional, OPD paham apa yang akan dilakukan untuk membangun arsitektur SPBE,” imbuhnya.
Sementara itu Kepala Diskominfo Pati, Ratri Wijayanto melalui Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Willy Yoga Susetya mengatakan, pihaknya yakni keberadaan arsitektur SPBE supaya pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik. Dirinya berharap, dengan membangun komitmen ini, antara kepala daerah, OPD bersama-sama membangun arsitektur SPBE ini.
“Ini supaya pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih mudah, cepat dan efesien sistem yang berbasis elektronik ini,” ungkapnya.
Willy menjelaskan, Indeks penilaian dapat diukur dari keberhasilan SPBE di suatu daerah. Di mana, pada 2021 lalu, Pemerintah Kabupaten Pati mendapat indeks di angka 2,75. Sehingga dengan adanya evaluasi di 2023 ini, diharapkan nilainya lebih meningkat.
Dalam mendukung peningkatan nilai indeks tersebut, juga diperlukan langkah strategis. Untuk itu dilakukan penyusunan arsitektur terlebih dahulu supaya memiliki pondasi.
“Strateginya kita akan menyusun arsitektur terlebih dahulu. Setelah itu baru naik ke tahap selanjutnya yaitu pembuatan peta rencana. Sementara di tahun ini, kita fokus membangun SPBE dulu,” tandasnya. (lut/fat)










