Kudus  

Apoteker Berbeda dengan TTK

Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Pengurus Cabang (PC) Kudus Sholihul Umam. (SHELA MEYLANI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Saat ini anggota Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) mencapai 321 anggota, dari 168 anggota periode lalu. Apoteker berbeda dengan Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK), sayangnya banyak masyarakat yang masih belum mengetahui dan salah mengerti. Hal ini menjadi PR para apoteker untuk melakukan sosialisasi.

Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Pengurus Cabang (PC) Kudus Sholihul Umam menjelaskan, banyak yang masih belum mengetahui hal ini. Dikiranya, setiap orang di apotek adalah seorang apoteker, padahal bukan seperti itu. Di apotek, ada juga yang namanya Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK).

“Apoteker itu lulusan S1 farmasi ditambah ambil profesi apoteker. Tapi kalo D3 farmasi itu TTK, kalo dulu namanya itu asisten apoteker,” terangnya.

Apotek bertugas sebagai penanggung jawab di apotek. Jika bertugas di Rumah sakit, mereka menjadi kepala instalasi farmasi rumah sakit. Di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) pun.mereka menjadi kepala instalasi farmasi.

“Tidak semua yang di apotek itu apoteker, banyak yang tidak tahu. Tapi di setiap apotek pasti ada apoteker,” ujarnya.

Ada ketentuan jumlah apoteker yang harus ada di setiap apotek. Jikalau yang memiliki apotek adalah seorang apoteker, maka disana cukup satu apoteker saja. Dan apabila yang memiliki apotek bukan seorang apoteker, maka apotek tersebut perlu dua apoteker.

“Masih banyak yang salah paham. Ini jadi PR kami untuk melakukan sosialisasi terkait apoteker ini kepada masyarakat biar paham,” imbuhnya. (mey/fat)