KUDUS, Joglo Jateng – Dalam rangka membentuk karakter siswa, Sekolah Menengah Pertama (SMP) 4 Kudus mengadakan gelar karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Kegiatan positif tersebut merupakan bentuk implementasi dari Kurikulum Merdeka.
Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari. Dengan hanya diikuti oleh siswa dan siswi kelas VII. Sebab, Untuk kelas VIII dan IX tahun ini belum menjalankan program pembelajaran P5.
Kepala SMP 4 Kudus, Dedi Triaprianto melalui ketua panitia, Rahayu mengatakan, gelar karya yang mereka adakan tersebut baru pertama kali dilakukan di sekolahnya. Pada agenda itu, pihaknya mengangkat beberapa tema sekaligus.
“Kita mengadakan gelar karya dengan mengangkat tema ‘bangunlah jiwa dan raga, kearifan lokal, hingga pola hidup berkelanjutan. Pada hari ini (Jumat/26/5, Red) siswa dan siswi menjalankan tema kearifan lokal dengan berwirausaha,” terangnya.
Ia menyampaikan, pada tema kearifan lokal ini, para siswa menampilkan hasil karya mereka selama menerapkan pembelajaran P5. Menurutnya, siswa dan siswi berwirausaha dengan menjual berbagai aneka makanan yang menjadi kearifan lokal Kabupaten Kudus.
“Sebelum menampilkan berbagai produknya ini, mereka melihat terlebih dahulu. Apa saja produk makanan kearifan lokal di Kudus, hingga menjualnya. Jadi, anak-anak ini membuat sendiri, dan dijual kepada teman-teman sendiri. Banyak bapak ibu guru yang beli juga,” ujarnya.
Dirinya menambahkan, agenda gelar karya dengan tema kearifan lokal ini diramaikan oleh 9 stand. Dari beberapa stand tersebut menjajakan berbagai makanan khas Kota Kretek. Seperti, pecel pakis, serabi dan minuman khas lokal.
Rahayu mengungkapkan, respon siswa cukup antusias dalam memeriahkan agenda gelar karya ini. Siswa yang paling bersemangat menyambut event tersebut berasal dari kelas VIII dan IX.
“Meskipun belum menerapkan program P5, tetapi respon mereka cukup luar biasa. selama ini kan hanya melihat secara sepintas adek-adek nya menjalankan program itu. Begitupun sebaliknya, untuk kelas VII juga antusias, mereka menikmati apa yang selama satu tahun ini dipelajari olehnya,” tuturnya.
Dirinya berharap, para siswa dan siswi tidak hanya menghafal nilai-nilai yang terkandung dalam program P5 ini. Tetapi, mereka dapat meresapi dan bisa menerapkan ketika sudah lulus sekolah maupun di kehidupan bermasyarakat. (cr3/fat)










