Jepara  

PCNU Jepara Tekankan Pemimpin yang Piawai Berantas Narkoba

PCNU Jepara menggandeng BNN
SOSIALISASI: PCNU Jepara menggandeng BNN melakukan dialog tentang Pemilu 2024, Bebas dari Narkoba' sebagai peringatan Hari Narkoba 2023, belum lama ini. (MUHAMMAD AGUNG PRAYOGA/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Selama beberapa tahun terakhir, Kabupaten Jepara memperoleh predikat tiga besar kasus narkoba di Jawa Tengah (Jateng). Ironi, barisan nahdliyin mengupayakan pemimpin anti narkoba lewat Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Pimpinan Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jepara berharap pada pada pelaksanaan pemulu nanti bisa memperoleh pimpinan yang piawai berantas narkoba. “Selama beberapa tahun terakhir, Jepara selalu tiga besar kabupaten di Jateng yang bahaya narkoba, ironi,” papar Sekretaris PCNU Jepara, Ahmad Sahil, Rabu (7/6/23).

Bagi dia, sosok pemimpin yang terpilih di Pemilu 2024, akan menentukan kebijakan atau keputusan lima tahun ke depan. Sehingga, dinilai penting memilih pimpinan anti barang haram tersebut.

Baca juga:  Pendaftaran Linmas Pemilu Dibuka September

“Kebijakan biasanya mulai dari diri sendiri. Ketika diri sudah anti dengan narkoba, maka kebijakannya pun sama anti narkoba. Jika tidak anti, saya kira pemberantasan narkoba di Jepara tidak akan berjalan signifikan,” ujarnya.

Oleh karena itu, pada Selasa (6/6), PCNU menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN), selenggarakan acara bertema ‘Dialog Pemilu 2024, Bebas dari Narkoba’. Kegiatan ini sebagai peringatan Hari Narkoba 2023.

Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Jateng Brigjen Pol. Heru Pranoto mengungkapkan, jumlah pengungkapan kasus narkoba di Jepara pada 2022 masuk kategori tinggi. Totalnya ada sebanyak 61 perkara.

Baca juga:  Simulasi Sispamkota, Antisipasi Kerusuhan Jelang Pemilu 2024

Di antara pemicu maraknya peredaran narkoba, yakni kurang terkontrolnya pentas hiburan musik. “Masyarakat menginginkan hiburan itu sah-sah saja, tapi harus terkontrol,” ungkapnya.

Tingginya kasus juga dipicu karena Jepara merupakan daerah jalur perlintasan narkoba. Sebab jalur peredarannya dari mulai pantura belok sampai Jepara. Pasalnya, jika dari Semarang untuk ke Pati bisa lebih lurus. Selain itu merupakan jalur pecahan yang dapat tembus arah ke Jawa Timur.

Karena itu Heru menilai, pencanangan Desa Annaba merupakan langkah tepat sebagai benteng pertahanan. Guna mempersempit sekaligus memutus mata rantai peredaran narkoba.

Baca juga:  Enam Orang Terancam Dilarang Nyaleg Pemilu 2024

“Dengan pencanangan ini mudah-mudahan desa-desa yang lain bisa mengikuti,” pungkasnya (cr2/fat)