Kudus  

Tim Sepak Bola Putri SD di Kudus Ikuti Ajang Milklife Soccer Challenge

Brand Manager MilkLife Candy Lauw, Budhi Tanoto
KONFERENSI PERS: Brand Manager MilkLife Candy Lauw, Budhi Tanoto, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, Asyifa Sholawa, dan Welly Elmando, Rabu (14/6/2023). (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – 729 siswi dan 32 Sekolah Dasar di Kudus akan mengikuti ajang “Milklife Soccer Challenge 2023” besutan Bakti Olahraga Djarum Foundation yang diselenggarakan di Supersoccer Arena, Kudus. Setiap sekolah mengirimkan timnya untuk bertanding di dua kelompok usia, U-10 (24 tim) dan U-13 (37 tim).

Sepak bola putri U-10 dan U-13 menggunakan bola ukuran 4 sentimeter dengan diameter 63,5 hingga 66 cm dan berbobot 0,33-0,36 kg. Luasan lapangan menyusut menjadi 24×40 meter dan gawangnya berukuran 2×5 meter. Untuk durasi permainan 2×10 menit dengan waktu istirahat selama 5 menit.

Pertandingan sepak bola putri,satu tim terdiri dari tujuh orang pemain, Milklife Soccer Challenge dimulai dengan babak penyisihan pada Rabu (14/6) hingga Sabtu (17/6). Partai final yang akan digelar, Minggu (18/6).

Brand Manager MilkLife, Candy Lauw, mengatakan, bergulirnya Milklife Soccer Challenge 2023 merupakan bentuk nyata atas komitmen Milklife yang turut menyehatkan anak-anak Indonesia. Pasalnya, olahraga yang ditopang dengan asupan kaya nutrisi seperti susu, akan membuat anak sebagai generasi masa depan Indonesia dapat tumbuh sehat dan kuat.

“Olahraga yang melatih fisik seperti sepak bola tak hanya berdampak positif bagi kesehatan jasmani, tapi juga menguatkan karakter dan mental anak,” terang Candy, Rabu (14/6).

Milklife Soccer Challenge 2023 merupakan lanjutan dari kegiatan Milklife Soccer Coaching Clinic yang diadakan pada Maret lalu. Saat itu, 32 guru SD di Kudus menjalani program pelatihan sepak bola meliputi teori dan praktek di lapangan yang dipimpin oleh pelatih sepakbola Timo Scheunemann.

Diketahui, Coach Timo adalah seorang pelatih sepak bola yang memiliki lisensi kepelatihan UEFA A di Koeln, Jerman pada 2007. Coach Timo juga pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan Pemain Usia Dini PSSI.

Pada Milklife Soccer Coaching Clinic, Coach Timo, mengajarkan wawasan dasar teknik, taktik penguasaan bola, pergerakan, dan penempatan posisi pemain. Teknik-teknik dasar ini adalah kemampuan dasar yang harus dikuasai para siswi sekolah dasar.

Para peserta juga ditantang unjuk kemampuan melalui skill challenge session seperti dribbling, passing and control three on three, shooting on target dan penalty kick. Masyarakat umum dapat mengikuti uji ketangkasan tersebut di arena games.

Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan, lapangan bola di Supersoccer Arena menggunakan rumput sintesis. Selain itu, Suppersoccer arena juga dilengkapi sarana atletik dan panahan yang utamanya dibangun untuk pelatihan calon atlet dari usia dini.

“Sepak bola putri memiliki peluang untuk terus maju dan berkembang. Oleh karena itu, Milklife Soccer Challenge mengadakan program pembinaan dan pemassalan dari level siswi SD. Pada tahapan awal ini, kami berupaya menarik sebanyak mungkin minat dan kecintaan masyarakat terhadap sepak bola putri,” kata Yoppy.

Untuk mempopulerkan sepak bola putri di kalangan siswi SD tersebut, Milklife Soccer Challenge dijadwalkan akan bergulir sebanyak tiga hingga empat kali dalam setahun. Harapannya, masyarakat bisa mengenal dan memiliki minat yang tinggi terhadap cabang olahraga ini.

“Agar olahraga ini berkembang, kuncinya adalah konsistensi. Komitmen kami adalah menyelenggarakan kejuaraan seperti ini tiga hingga empat kali dalam satu tahun,” pungkasnya. (cr12/fat)