PEMALANG, Joglo Jateng – Banyaknya kasus bullying, terutama pada anak-anak di tingkat pelajar saat ini jadi sorotan masyarakat. Oleh sebab itu, Dinas Sosial Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos KBPPPA) Pemalang berupaya untuk menekan kasus tersebut. Dinsos KBPPPA melihat, keluarga dan satuan pendidikan memiliki peran utama dalam rangka menekan kasus tersebut, terutama setelah pandemi.
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dinsos KBPPPA Pemalang Moh Tarom mengungkapkan alasan mengapa dua aspek tersebut memiliki peran penting. Sebab, keduanya adalah lingkungan terdekat anak atau pelajar yang harus memberikan contoh positif bagaimana bersosialisasi dengan sesama.
“Ya pasti keluarga dan sekolah jadi garda terdepan dalam penekanan nilai moral serta sikap akhlak yang baik agar tidak terjadi kasus bullying, terutama di lingkungan sekolah. Berikan contoh positif kepada anak, sehingga mereka memahami mana yang baik dan tidak untuk dilakukan,” tegasnya.
Ia melihat, setelah pendidikan dilaksanakan secara tatap muka pascapandemi Covid-19, kasus bullying di sekolah meningkat. Dalam perkembangannya, saat ini bullying bukan hanya terjadi di dunia nyata saja, tetapi pada dunia maya atau media sosial (medsos). Di mana biasanya saling beriringan antara pada kehidupan nyata dan medsos.
Pada kasus yang pernah Tarom tangani, efek pada bullying medsos lebih besar dibandingkan secara langsung. Sebab, hal itu bisa dilihat siapa saja tanpa adanya batasan. “Kasus-kasus bullying yang pernah kita tangani, terutama di medsos, dampak ke korban adalah pada psikologi atau kejiwaannya,” ucapnya.
Lebih lanjut, selain penanganan langsung ketika ada kasus, pihaknya juga melaksanakan sosialisasi pencegahan bullying di sekolah. Dengan mengajak seluruh warga sekolah untuk menjadi kader pencegah bullying dan melindungi korban dari para pelaku dengan pendampingan secara positif. (fan/abd)










