KUDUS, Joglo Jateng – Dalam melakukan pengembangan dan pembinaan sepak bola putri U-10 dan U-12, Djarum Foundation melibatkan guru Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Kudus. Hal itu bertujuan agar para pendidik memiliki pemahaman dan kemampuan dasar tentang sepak bola.
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin menuturkan, pihaknya bersama MilkLife akan menggelar pelatihan dan turnamen bergengsi secara rutin. Hal ini sebagai modal bagi sepak bola putri untuk bisa ikut berkompetisi. Namun, bagi yang belum mengambil sertifikat Soccer Challenge tidak bisa berpartisipasi.
“Hal itu dilakukan agar kualitasnya sama dan merata semuanya. Semua akan mendapatkan pelatihan yang sama setelah ikut kompetisi. Itu sebagai syarat mengikuti pra kompetisi,” ungkapnya kepada Joglo Jateng, Sabtu (22/7/23).
Lebih lanjut, pihaknya akan berupaya untuk memberikan pelatihan secara berkala, agar anak-anak tersebut memiliki kecerdasan sosial. Selain itu, Djarum Foundation melakukan pengembangan terhadap sepak bola putri untuk persiapan tampil di Piala Dunia Wanita mendatang.
“Kita akan melatih anak untuk gerak terus. Selain kecerdasan sosial, juga dilatih teamwork dan beregu. Kita harus membentuk rantai dalam membentuk sepak bola yang berkarakter. Ditambah, harus menjaga ekosistem sepak bola yang baik,” bebernya.
Kepala Seksi Pendidikan MI Kementerian Agama Kabupaten Kudus, Salma Munawaroh menyampaikan terima kasih atas dilibatkannya guru SD dan MI di Kudus dalam mengikuti Coaching Clinic. Hal itu nantinya dapat bermanfaat bagi anak-anak putri dalam membentuk pendidikan karakter yang kuat.
“Olahraga itu dilatih untuk memiliki pendidikan karakter yang luar biasa. Karena dituntut harus punya kecerdasan emosi dan sosial. Dan itu harus dimiliki anak-anak saat ini,” bebernya.
Sebab, saat ini banyak anak-anak yang terjebak dengan gadget. Hal itulah yang membuat anak semakin kurang bergerak. Dengan adanya itu, diharapkan mereka kembali menyukai dunia olahraga.
Sementara itu, Coach Timo Scheunemann menyampaikan, jika bermimpi dalam menatap ajang Piala Dunia Wanita maka ekosistem sepak bola harus dibangun dari dasar. Mulai dari pembenahan Sumber Daya Manusia (SDM) yang diperkuat.
“Intinya anak-anak SD dan para guru juga harus diberikan pelatihan lebih lanjut,” tandasnya .
Diharapkan para guru yang diberikan bekal tersebut mampu memberikan arahan terbaik kepada siswa-siswi yang dilatihnya. Serta dapat menumbuhkan karakter mereka masing-masing. (cr12/fat)










