Marak Kabar Pungli, Bupati Pemalang Peringatkan Disdikbud

Plt Bupati Pemalang Mansur Hidayat
TEGAS: Plt Bupati Pemalang Mansur Hidayat saat memberikan peringatan kepada jajaran Disdikbud Pemalang untuk tidak melakukan pungli pada acara Saberpungli di Hotel R-Gina, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Banyaknya kabar yang diterima Plt Bupati Pemalang dari masyarakat dan media pemberitaan tentang pungutan liar (pungli) di satuan pendidikan atau sekolah di Kabupaten Pemalang, membuat dirinya geram dan memperingatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat. Hal itu dikatakannya saat acara Sosialisasi Sapu Bersih Pungutan Liar (Saberpungli) pada lingkungan pendidikan di Hotel R-Gina Senin, (24/7).

Plt Bupati Pemalang Mansur Hidayat menekankan kepada Disdikbud sebagai OPD yang bergerak di sektor pendidikan, seharusnya mampu menjadi contoh baik kepada masyarakat. Sebab, merekalah yang memberikan ilmu pendidikan kepada anak-anak penerus bangsa, sehingga budaya pungli atau korupsi ini bisa dihilangkan.

“Harusnya Disdikbud dan satuan pendidikan yang bergerak di sektor pendidikan menjadi teladan pada yang lain dalam penerapan bebas pungli. Jadi tolong saya ingatkan dan tekankan agar seluruh sekolah jenjang mana pun dan komitenya agar tidak melakukan pungli,” tegasnya.

Sebagai peringatan, pihaknya adakan sosialisasi Saberpungli khusus untuk Disdikbud dan seluruh pejabat di satuan pendidikan. Dengan menumbuhkan rasa gotong royong dan kekeluargaan di lingkungan sekolah, tetapi memahaminya dengan menghindari kegiatan pungli.

Lebih lanjut, Plt Kepala Dindikbud Kabupaten Pemalang Supa’at menuturkan, tujuan utama pelaksanaan kegiatan ini yaitu menciptakan persamaan persepsi, sehingga sekolah semaksimal mungkin lebih berkonsentrasi terhadap pelayanan pendidikan. Total ada 536 pimpinan dan pejabat fungsional di lingkungan pendidikan Kabupaten Pemalang yang mengikuti kegiatan ini, mulai dari TK, SD, dan SMP baik negeri maupun swasta.

“Sesuai dengan arahan Pak Plt Bupati kita harus bareng-bareng guyub gotong royong bangun dunia pendidikan tanpa melakukan pungli. Sehingga nantinya bisa menaikkan indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Pemalang,” ucapnya. (fan/abd)