Kudus  

Tingkatkan Kesadaran Desa Wisata dengan Kirab Budaya

SEMANGAT: Tampak beberapa warga sedang merebut hasil gunungan di Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, akhir pekan lalu. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Ratusan warga Dukuh Krajan, Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan menggelar Kirab Budaya dan Buka Luwur Mbah Buyut Sipah Raden Ronggo Joyo, akhir pekan lalu. Kegiatan tersebut tampak meriah ketika warga setempat berebut gunungan di momen kemerdekaan.

Kepala Desa Karangrowo, Heri Darwanto mengatakan, digelarnya kirab budaya itu juga bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-78. Maka, kesadaran masyarakat untuk desa wisata diharapkan semakin meningkat. Terdapat 9 gunungan hasil bumi yang dibawa pada momen kemerdekaan tersebut.

“Sebanyak 9 gunungan yang dibawa pada kirab budaya itu. Adapun arti dan makna dari angka 9 berupa, keberuntungan hasil dari bumi menunjukkan rasa syukur nikmat kita kepada Allah SWT yang telah memberikan rezeki, kesehatan sehingga hidup ini perlu bersama gotong-royong,” ungkapnya kepada Joglo Jateng.

Adapun isi dari gunungan itu diantaranya, buah-buahan, sayur-mayur, dan makanan ringan untuk anak anak. Hal tersebut merupakan inovasi dari masyarakat setempat dan perangkat desa. Selain itu, dengan adanya SK desa wisata diharapkan masyarakat sekitar sadar akan wisata.

“Ini penting untuk penataan wisata kedepannya. SDM juga perlu ditata. Dengan kirab ini diharapkan masyarakat sadar wisata dan membantu dalam mengangkat potensi wisata di Desa Karangrowo,” bebernya.

Disisi lain, Desa Karangrowo pada 2024 akan mendapatkan Bantuan Keuangan sebesar Rp 100 juta. Hasilnya akan digunakan membeli perahu untuk kepentingan pembangunan wisata. Sebab, Desa Karangrowo dilalui banyak sungai dan kali. Sehingga, ia akan memanfaatkan Sumber Daya Alam yang ada.

“2024 kami juga akan ada paket wisata susur jalan persawahan. Yang nantinya akan digunakan wisatawan untuk berkunjung ke UMKM yang sudah disediakan. Sementara lokasi untuk jalannya sudah siap,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Kudus, Mutrikah melihat semangat masyarakat, jajaran Desa Karangrowo luar biasa. Dirinya optimis pengembangan wisata khususnya desa wisata di Kudus semakin maju. Karena, berbagai kegiatan atraksi wisata digelar secara Istiqomah.

“Acara kali ini yang ditampilkan lebih bagus dan beraneka ragam dengan mengundang beberapa tamu seperti Budayawan Jepara dan Demak,” ungkapnya.

Mutrikah menyebut, Desa Karangrowo sudah mendapatkan SK desa wisata pada 2021 lalu. Maka, pihaknya terus melakukan pembinaan. Selain itu, nantinya akan diusulkan untuk mendapatkan Bankeu senilai Rp 100 juta di 2024.

“Dengan adanya Bankeu, perhatian dari Pemkab Kudus ke Desa Karangrowo akan maju dan partisipasi masyarakat meningkat,” pungkasnya. (cr12/fat)