Jepara  

Lulusan Pelatihan Kerja Didorong Jadi Pengusaha Mandiri

MOTIVASI: Sekda Jepara, Edy Sujatmiko saat memberikan arahan dalam pelatihan kompetensi di BLK Diskopukmnakertrans setempat, Kamis (21/9/23). (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Peserta pelatihan kerja di Kabupaten Jepara, didorong bekerja sesuai bekal pelatihan yang diberikan. Pada saatnya, mereka diminta menjadi pengusaha mandiri dan menciptakan lapangan kerja.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara, Edy Sujatmiko saat menutup pelatihan kompetensi. Aganda ini dilangsungkan di Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Kabupaten Jepara Kamis (21/9/23).

“Pada tahap awal, membentuk kelompok atau ikut kerja orang lain. Ngenger. Itu sekaligus untuk mematangkan keterampilan. Cari tambahan referensi melalui tutorial di YouTube. Kalau sudah saatnya, membuka usaha sendiri. Jadi bisa membuka lapangan kerja,” kata Edy Sujatmiko.

Baca juga:  KPU Jepara Adakan Simulasi Pemadam Kebakaran

Agar usahanya kelak berkembang, pihaknya berpesan agar bekerja jujur, memegang kepercayaan, dan menjaga kualitas. Sebab, konsistensi terhadap suatu kebaikan bakal mendatangkan kebaikan pula.

“Intinya jangan berputus asa, tetaplah berbuat baik. Salah satu modal pengusaha yang baik adalah jujur serta menjaga kualitas produk. Meski terdengar sepele, tapi ini adalah komitmen progresifitas ideal,” terang dia.

Sementara itu, Kepala BLK Nur Zaenudin mengatakan sebelum dua pelatihan ini, telah dilaksanakan dua pelatihan kompetensi yang lain, yakni tata rias dan penjahit.

Pada kesempatan itu pula, peserta mendapat berbagai fasilitas, seperti uang transportasi, kaos, alat tulis, bahan pelatihan, konsumsi, akomodasi dan sertifikat kompetensi.

Baca juga:  Bertekad Raih Penghargaan WTN, Pj Bupati Minta Pelayanan Transportasi Ditingkatkan

“Ada peserta pelatihan teknik las yang setelah pelatihan ini akan langsung mengikuti uji kompetensi di Cilegon, Banten,” ujar Zaenudin.

“Berdasarkan penelusuran alumni yang kami lakukan, lebih dari 60 persen peserta pelatihan kami telah bekerja mandiri,” imbuhnya.

Kepala Bidang (Kabid) Tenaga Kerja Diskop UKM Nakertrans, Eko Sulistiyono mengatakan, peserta pelatihan dua kejuruan, yakni pemeliharaan dan pemasangan AC, serta kompetensi teknik las. Mereka telah mengikuti pelatihan selama 160 jam pelajaran sejak 24 Agustus 2023.

“Puluhan peserta datang untuk memantaskan dan melatih skillnya dalam menjadi seorang profesional, tidak abal-abal. Saya harap, semoga perolehan ilmu ini dapat bermanfaat di kemudian hari,” pungkas Eko. (cr2/fat)