Kudus  

Minta Hujan, Masyarakat Rahtawu Gelar Barikan Cendol

KUMPUL: Tampak warga Desa Rahtawu sedang menggelar doa bersama dalam rangka meminta turunnya air hujan, akhir pekan lalu. (HUMAS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Tak hanya dikenal dengan destinasi wisatanya yang cukup melimpah, Desa Rahtawu, Gebog, juga memiliki segudang kearifan lokal. Salah satu tradisi yang masih eksis di desa itu adalah barikan cendol.

Salah satu warga Rahtawu, Randi Gita menjelaskan, barikan cendol merupakan tradisi yang hingga saat ini masih terus dilestarikan di Desa Rahtawu. Kata dia, barikan ini menjadi wadah berkumpul bagi masyarakat dengan membawa beberapa makanan untuk berdoa bersama.

“Masyarakat berkumpul, dengan membawa makanan untuk di doakan oleh Mbah Modin atau tokoh masyarakat setempat. Habis berdoa, cendol yang dibawa itu pada dilempar-lemparkan cendolnya,” katanya.

Menurutnya, tradisi barikan cendol ini menjadi wujud rasa syukur warga atas nikmat yang telah diberikan oleh sang maha kuasa. Dia mengungkapkan, dengan digelarnya tradisi lempar cendol itu, masyarakat setempat berharap akan turunnya air hujan dari langit.

“Ditengah-tengah kemarau ini, di Desa Rahtawu ada tradisi cendol atau barikan. Dengan harapan sehabis doa bersama akan turun hujan,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, tradisi lempar cendol ini sudah dimulai sejak masa nenek moyang mereka. Lebih lanjut, kata dia, tradisi lempar cendol ini sudah menjadi kegiatan yang rutin dilakukan.

“Iya acara ini sudah menjadi kegiatan rutin tahunan. Kami gelar acara ini saat lagi panas-panasnya karena musim kemarau panjang. Untuk harinya juga ada hitungannya sendiri. Jadi tidak harus di bulan yang sama,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat Rahtawu sejauh ini masih tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal. Antusiasme warga cukup tinggi dalam mengikuti barikan cendol tersebut.

“Dukuh yang ada di Rahtawu masih tetap mempertahankan tradisi yang sudah berjalan lama. Ini bukan sesuatu yang wajib. Tetapi, masyarakat antusias mengikuti nya cukup luar biasa,”pungkasnya. (cr3/fat)