PEMALANG, Joglo Jateng – Tawuran antar pelajar SMP di Kabupaten Pemalang belum lama ini berakhir tragis. Di mana akibat perkelahian kelompok pelajar itu, satu korban meninggal dunia karena luka senjata tajam (sajam).
Plt Disdikbud Pemalang Supa’at membenarkan adanya kejadian tawuran yang terjadi di Desa Banjaran, Kecamatan Taman yang dilakukan oleh dua kelompok pelajar pada Selasa (7/11) dini hari. Walaupun sudah ditangani oleh kepolisian, pihaknya akan memberikan pendampingan kepada seluruh pelajar yang terlibat.
“Saya sudah beri perintah kepada Sekretaris Disdikbud agar langsung ke sekolah untuk memberikan pendampingan kepada siswa yang terlibat. Dan ini jadi pembelajaran untuk kita semua, terutama para orang tua juga guru agar bisa memantau anak-anak mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Pemalang AKBP Yovan Fatika Handhiska Aprilaya menuturkan, dari hasil penyelidikan, total ada 9 pelajar yang terlibat. Mereka telah melakukan perjanjian bertemu di Desa Banjaran untuk berkelahi. Namun ternyata ada yang membawa sajam dan melukai dua orang pelajar hingga salah satunya meninggal dunia.
Setelah mendapatkan laporan pihaknya telah mengamankan satu orang anak berkonflik dengan hukum, terancam pasal 80 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak atau pasal 170 KUHP. (fan/abd)










