Kudus  

Sepak Bola Membawa Kecerdasan Emosional Anak Usia Dini

ADU: Tampak pemain wanita berupaya mempertahankan bola agar tak direbut pemain laki-laki, Minggu (17/12/2023). (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Bakti Olahraga Djarum Foundation mengembangkan pemassalan sepak bola putri di Indonesia melalui program MilkLife Soccer Challenge. Karena sepak bola membawa kecerdasan emosional anak usia dini.

Usai sukses menggelar tiga kali turnamen di Kudus tahun ini, kompetisi usia dini untuk kelompok usia U10 dan U12 tersebut akan terselenggara di delapan kota. Seperti, Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Kudus, Solo, Yogyakarta, dan Surabaya di tahun depan.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan, diharapkan penyelenggaraan tersebut dapat menumbuhkan minat dan kecintaan anak-anak terhadap olahraga sepak bola putri.

Hal ini selaras dengan tujuan besar utama turnamen ini yaitu menggerakkan ekosistem sepak bola putri di Indonesia yang kelak dapat melahirkan pesepak bola profesional dan membawa Indonesia berlaga di Piala Dunia Wanita.

“Setelah diadakan tiga kali di Kudus, Jawa Tengah pada tahun ini, kami melihat bahwa minat terhadap sepak bola putri sangat tinggi. Pada tahun 2024, kami juga mendapat dukungan dari BCA yang akan memberikan tabungan pendidikan kepada para juara dengan total Rp320juta,” ungkapnya.

Bertanding melawan pemain putra, para pesepak bola putri berupaya meningkatkan kemampuan. Sehingga mampu bersaing dengan pemain putra dan berjuang semaksimal mungkin mencetak gol demi membawa timnya menapaki diri di podium tertinggi.

Misalnya saja Alesha Farzana Aznii Putri Aji yang masuk dalam tiga besar pencetak gol terbanyak di kelompok usia U10. Bergabung dengan tim Drupadi, siswi Sekolah Dasar IT Al Islam Kudus sukses menyarangkan 13 gol selama tiga hari gelaran turnamen.

“Seru karena ada pemain putra, kami harus bersaing dan bekerja keras, saya merasa itu tantangan yang buat meningkatkan performa permainan bola saya. Karena sudah tahu akan lawan putra, makanya saya latihan lebih keras, kaki saya harus lebih kuat daripada putra untuk menendang bola,” kata Alesha usai pertandingan final.

Sementara itu, Kepala KCU BCA Kudus, Christin Astuti mengatakan, kegiatan ini sangat bagus dalam mengembangkan mental siswi Sekolah Dasar (SD) yang bertanding dengan anak laki-laki. Karena dengan itu mereka dapat menciptakan dan memiliki bakat yang dapat diasah lebih dalam.

“Semoga program ini terus berlanjut sampe mereka dewasa. Karena ini sangat potensial bagi sepak bola Indonesia,” pungkasnya. (adm/fat)