KUDUS, Joglo Jateng – Politisi asal Partai Golkar Mawahib Afkar akan all out mendukung pasangan Capres Prabowo Subianto dan Cawapres Gibran Rakabuming di 2024. Hal itu dilakukan demi sebuah kursi pencalonan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) alias Bupati Kudus.
Mawahib yang juga adik dari Nusron Wahid menjelaskan, sebagai sekretaris dari Partai Golkar akan all out untuk mendukung pasangan Prabowo-Gibran. Hal itu agar mendapat dukungan atau rekomendasi untuk pencalonan Pilkada 2024 di Kudus.
“Tentu saya all out agar mendapatkan rekomendasi untuk itu, dan itu pasti,” ungkapnya kepada Joglo Jateng, saat ditemui di Desa Kirig, Mejobo, Senin (1/1/2024).
Menurutnya, itu efek dari sebuah politik. Sebab, setelah Pilpres akan bergeser ke momen Pilkada. Sehingga, jalannya ini biar lengkap. Jadi, untuk Presiden 2024 Prabowo Subianto, sedangkan Bupati Kudus bisa siapa saja, termasuk bisa dirinya.
“Karena saya di Tim Kemenangan Daerah (TKD) Jateng bisa menjadi koordinator aksi. Kebetulan di Kudus menjadi sekretaris TKD Kudus. Di parpol Golkar juga menjadi sekretaris,” terangnya.
Lebih lanjut, saat Mawahib ditanya secara personal mengenai kesiapannya untuk pencalonan Bupati Kudus, ia memberikan jawaban. Seandainya diberi kepercayaan untuk hal baik dan diberi amanah, maka ia mengaku siap untuk berkompetisi.
“Kalau terkait gandengan calon itu dinamis. Karena kita fokus Pemilu 2024 dulu. Kan ada Pileg, Pilpres, dan lainnya. Maka, kita menata formasi dulu dari kendaraan parpol. Karena Pilkada itu efek domino dari Pemilu,” tandasnya.
Maka, ia memberikan himbauan kepada masyarakat untuk selalu menjaga kedamaian dan menjaga kekondusifan wilayah saat Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Bahkan, meskipun bertanding diajang esok harus tetap menjaga komunikasi.
“Kalau komunikasi internal terakhir untuk pilkada itu semua punya potensi yang sama dan kesempatan yang sama. Tinggal ini endingnya keputusan DPP untuk rekomendasi. Kita disini hanya ikhtiar memberikan gambaran terbaik terkait suksesi kepikiran di Kudus,” tuturnya.
Harapannya, parpol yang tergabung di Koalisi Indonesia Maju ini menjadi dasar dukungan pihaknya. Tetapi tidak menutup kemungkinan setelah Pilpres menjalin komunikasi dengan partai di luar koalisi.
“Karena istilahnya politik itu merangkul tak memukul. Tak ada faktor lain,” pungkasnya. (adm/fat)










