PEMILIHAN duta wisata sebagai salah satu ajang generasi muda Kudus untuk menjadi ikon wisata dan memberi dampak positif bagi dunia pariwisata dan kebudayaan. Menjadi duta wisata merupakan keinginan sebagian orang. Khususnya generasi muda.
Dengan menjadi duta wisata anak muda di Kudus bisa mendapatkan pelajaran, pengetahuan yang dapat meningkatkan kreativitas. Selain itu, mereka juga bisa mengembangkan soft skill diri.
Termasuk Mbak Duta Wisata 2024 Kudus, Jihan Fahrida. Ia mengaku senang menjadi duta wisata. Sebab bisa turut andil dalam kegiatan kebudayaan dan pariwisata serta bisa memberikan usulan-usulan yang baik kepada dinas untuk keberlangsungan pariwisata di Kudus.
“Selain itu ada hal-hal baik secara personal yang saya dapatkan ketika saya menjadi Duta Wisata, salah satunya adalah improve skill dan juga self-development. Melalui pelatihan-pelatihan dan pengalaman yang saya dapatkan,” ungkapnya.
Ia juga sering eksplore tempat wisata yang ada di Kudus. Yang menjadikannya lebih tahu bahwa Kudus memiliki desa-desa yang potensial. Tidak hanya ada yang terkenal kreteknya, namun ternyata wisata alam dan religi.
“Saya juga mengasah kepercayaan diri dan public speaking yang menjadi salah satu modal besar bagi saya untuk maju ke tingkat Jawa Tengah. Tak lupa eksplorasi dari skill dan kegiatan berupa konten untuk meningkatkan personal branding di media sosial. Dan juga belajar tentang wisata-wisata yang ada di Provinsi Jawa Tengah”
Sebagai Duta Wisata Kudus, ia tidak hanya mempromosikan dan eksplor tempat wisata. Akan tetapi juga membuat program kerja yang diterapkan. Sehingga wisata yang ada di Kudus dapat tersampaikan dan dapat dinikmati oleh seluruh wisatawan lokal maupun luar daerah.
“Program yang kami realisasikan bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta dari masyarakat Kudus kepada wisatanya. Dan juga budaya dan sejarah kota Kudus sendiri. Jadi kita tidak hanya bergelut di bidang wisata saja, tapi kita juga erat kaitannya dengan budaya, seni, dan juga dengan sejarah dari kota Kudus,” katanya.
Sementara itu, Mas Duta Wisata Kudus, Muhammad Franky Luthfan Ramadhani, merasa menjadi pribadi yang lebih baik selama kurang lebih menjadi Duta Wisata Kudus. Sampai sekarang, ia mengaku sedang mempersiapkan secara pribadi melakukan bimbingan dengan Disbudpar menjelang pemilihan duta wisata Jateng.
“Karena memang pemilihan Jateng dilaksanakan sekitar Oktober. Saya rasa tidak menjadi masalah karena duta wisata 2023 masih memiliki tugas yang belum diselesaikan,” ungkapnya.
Franky juga menjabarkan tugas dan peran Duta Wisata sebagai public figure yang tentunya menjadi sorotan bagi seluruh warga Kudus. Khususnya dalam mempromosikan dan meningkatkan wisata serta budaya.
“Yang paling penting, duta wisata menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan even kepariwisataan dan kebudayaan yang diselenggarakan oleh pemerintah Kudus. Saya berusaha menjalankannya sesuai amanah dari guru,” ujarnya.
Ia juga mengajak generasi muda Kudus untuk ikut dalam duta wisata mendatang. Sebab, menurutnya duta wisata memiliki peran penting. Utamanya dalam meningkatkan promosi dan kualitas wisata budaya di Kudus.
“Tidak hanya kesenangan belaka, tetapi juga terdapat tanggung jawab yang besar dalam meningkatkan kualitas wisata dan budaya di Kudus ini. Poin penting juga adalah menjadi duta wisata tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tetapi juga orang lain. Karena sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi yang lainnya,” pungkasnya. (cr1/fat)










