Ajarkan Siswa Mandiri Melalui Budidaya Jamur Tiram

BELAJAR: Beberapa siswa SMP 2 Kaliwungu mengikuti arahan dari pembimbing dalam membuat baglog atau media tanam jamur tiram, Senin (5/2/24). (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Sebanyak 245 pelajar kelas 8 SMP 2 Kaliwungu nampak antusias mengikuti pengembangan usaha berupa penanaman dan pengolahan jamur tiram. Praktik dari program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) ini guna menanamkan jiwa kewirausahaan melalui budidaya jamur tiram.

Kepala SMP 2 Kaliwungu, Fitriani menjelaskan, program peningkatan jiwa wirausaha pelajar ini dinamai Jifroz dengan produk Jamur Crispy dan Frozen Food. Sebelum siswa praktik, kata dia, mereka diberikan materi tentang kewirausahaan, penanaman dan pengolahan jamur tiram.

“Kami mencoba mencari ide kegiatan P5 yang sifatnya jangka panjang. Maka diusulkanlah budidaya jamur ini. Bahkan untuk budidaya jamur ini tidak hanya sampai tahap panen. Namun juga praktek membuat produk olahan” jelasnya.

Ia menambahkan, melalui P5 budidaya jamur ini, siswa dilatih memanajemen waktu untuk kegiatan yang produktif. Hasilnya tidak langsung dijual tetapi diolah dan dikembangkan sesuai kreativitas masing-masing.

“Ada yang dibuat jamur krispi, lumpia isi jamur dan nugget jamur. Olahan ini akan menambah nilai jual tinggi. Fitriani berharap melalui kegiatan budi daya jamur bisa tumbuh jiwa kewirausahaan dan kemandirian dari siswa,” harapnya.

Pembina P5, Rini, mengungkapkan, proses dari awal pembuatan baglog, pembibitan, pemeliharaan, memanen, hingga memasak jamur tiram yang dilakukan siswa. Pertama, siswa harus mempersiapkan media tanam.

“Media tanam berisi campuran serbuk kayu satu karung, dedak dua karung, kapur 1/2 karung, dan ditambahkan air secukupnya,” ungkapnya.

Siswa, lanjut dia, secara bergantian merawat jamur, dengan menyiram lantai dan menyemprot baglog dengan air agar terjaga kelembabannya. Sehingga jamur tiram bisa dipanen beberapa kali.

“Masing-masing siswa membuat satu media atau baglog, sehingga total terdapat sekitar 200 an jamur. Sedangkan pemeliharaan jamur dilakukan dengan penjadwalan piket untuk masing-masing kelas,” imbuhnya. (cr1/fat)