Pati  

Bendung Karet Diklaim Bisa Atasi Kekeringan

KONDISI: Pembangunan bendung karet di Sungai Juwana, belum lama ini. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Kebutuhan akan air bagi masyarakat Kabupaten Pati masih menjadi persoalan saat kemarau. Sedangkan suplai air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bening Pati belum mencakup semua wilayah.

PDAM Tirta Bening Pati sendiri hanya mengandalkan pengolahan air bersih dari sungai Juwana. Namun saat musim kemarau, pasokan air di sungai tersebut tak mencukupi untuk produksi.

Namun perusahaan itu optimis bisa meningkatkan produksi air bersih. Pasalnya, ada pembangunan Bendung Karet di Sungai Juwana yang diklaim menjadi solusi untuk mengatasi persoalan air bersih.

“Manajemen air jadi lebih baik ketika ada waduk retensi. Waduk retensi itu yang dibangun sepanjang sungai. Harapannya air melimpah saat musim kemarau. Karena biasanya tidak ada air karena manajemennya kurang,” sebut Direktur PDAM Tirta Bening Pati, Bambang Sumantri, belum lama ini.

Ia mengklaim, Bendung Karet yang dibangun di Desa Bungasrejo Kecamatan Jakenan itu dapat mengatur sirkulasi air  di Sungai Juwana. Sebab air saat musim hujan dapat ditampung untuk memenuhi kebutuhan air saat musim kemarau.

“Harapannya saat musim penghujan air mengalir dengan baik. Sedangkan saat mendekati musim kemarau, air tawarnya dapat ditahan supaya tidak lari ke laut,” ucapnya.

Dengan demikian, lanjut dia, air dari sungai Juwana dapat dimanfaatkan produksi air bersih dan irigasi. Mengingat masih banyak masyarakat di Kabupaten Pati yang belum mendapatkan air bersih.

“Yang baru di layani air bersih dari PDAM itu hanya 8 persen dari 1,3 juta jiwa. Bahkan Juwana masih ada yang menggunakan air-air hujan. Di tampung. Airnya hijau. Artinya itu belum mendapatkan layanan air bersih karena bur juga tidak bisa keluar airnya,” pungkasnya. (lut/fat)