Harga Bapok Meroket, Pedagang Keluhkan Pendapatan Merosot

MENUNGGU: Salah satu pedagang sayur di Pasar Bantul Tumira (61) tengah duduk menunggu pelanggan yang datang untuk membeli dagangannya, Selasa (20/2/24). (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Masyarakat Kabupaten Bantul mengeluhkan harga-harga bahan pokok (Bapok) pada beberapa pekan terakhir terus mengalami kenaikan. Dengan demikian, berimbas langsung pada perekonomian masyarakat.

Salah satu pedagang bapook di Pasar Bantul Tumira (61) mengatakan, kenaikan harga sangat terdampak pada pedagang. Menurutnya bukan hanya pada satu atau dua jenis bahan pokok saja, melainkan hampir semuanya mengalami kenaikan.

“Sekarang ini harga bahan pokok semuanya mengalami kenaikan. Entah itu beras, minyak, cabai, bahkan sayur-sayuran juga naik semua,” ungkapnya.

Adapun kenaikan tersebut, untuk harga beras dari sebelumnya Rp 12-13 ribu menjadi Rp 16 ribu. Kemuidian, cabai dari Rp 50 ribu jadi Rp 80 ribu. Sedangkan, jenis sayur-sayuran lain seperti buncis, kentang, kubis, sawi, pare dan lainnya juga ikut melambung.

Baca juga:  Dewan Desak Pemda Bantul Lebih Proaktif soal Pasar

Pihaknya mengeluh, kenaikan harga ini sangat berimbas pada penghasilan yang didapatkannya. “Sekarang ini sudah cukup buat makan saja Alhamdulillah. Pembeli banyak yang protes, kok mahal, makanya sekarang berkurang,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu pedagang nasi di Pasal Bantul Fatimah (57) menyampaikan, kenaikan harga bahan pokok ini juga dirasakan langsung oleh pedagang makanan. Maka terpaksa menaikkan harga makanan yang dijual.

“Makanya harganya saya naikkan, misalnya seperti nasi ayam, dari yang sebelumnya hanya Rp 10 ribu terpaksa menjadi Rp 12 ribu. Kalau tidak yang ada hanya capek, tidak dapat apa-apa. Tapi nanti kalau harga sudah turun, saya juga turunkan lagi,” ujarnya.(nik/sam)