Kudus  

Tingkatkan Ekonomi, Upayakan Desa Wisata dan Perkebunan Kopi

PETIK: warga desa Rahtawu sedang memetik kopi di pohon di ladang miliknya, belum lama ini. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – BUMDes Utama Karya Rahtawu berupaya meningkatkan usaha dalam sektor wisata dan perkebunan. Berupa desa wisata dan pengelolaan perkebunan kopi.

Kepala Desa Rahtawu, Didik Aryadi menyampaikan, beberapa program BUMDes tahun ini seperti perencanaan pengelolaan air, perizinan sungai, dan kerja sama dengan perum perhutani. Kemudian, pengelolaan sampah dan pertanian, serta pengadaan barang dan jasa.

Selamat Idulfitri 2024

“Ada pula membentuk koperasi bersama. Kami akan melakukan simpan pinjam dan pelayanan. Karena mayoritas warga di sini petani. Kami nantinya bisa menyediakan pupuk dan perawatannya,” ujarnya.

Baca juga:  Okupansi Sapphire Boutique Hotel Kudus Meningkat Jelang Lebaran

Pihaknya menambahkan, ketika musim panen, petani dibebankan dengan adanya sistem hijau. Artinya harus menerapkan sistem penanaman yang sifatnya ditentukan, kemudian disepakati lewat BUMDes.

“Apabila pihak pengusaha yang tidak ada keterlibatan dengan BUMDes, maka resikonya tidak bisa kami bantu. Karena BUMDes sifatnya membantu dan back up yang dibutuhkan warga,” tuturnya.

Selain itu, ada juga pertanian jambu yang dikelola milik warga. Kemudian membudidayakan buah alpukat. Dengan demikian, masyarakat desa berawal peladang menjadi perkebunan. Artinya, tanaman kerasnya berupa buah-buahan produktif.

“Yang menjadi budidaya utama di sini tanaman kopi. Selama dua tahun ini, ada sekitar 500 hektar lebih tanah perkebunan milik warga yang bekerja sama dengan BUMDes. Kemudian, menggandeng pihak swasta CSR. Nantinya akan bersama-sama melakukan konservasi lingkungan. Agar tidak terjadi kerusakan lahan, bahkan bisa ditanami apa yang mereka sukai,” jelasnya.

Baca juga:  HMI Kudus Gelar Santunan Anak Yatim di Bulan Suci

Sementara itu, Pemerintah Desa (Pemdes) akan mengajak diskusi petani dalam memberikan pemahanan tentang kopi ke depannya. Lantaran, keuntungan lebih banyak dan menghasilkan, dibandingkan padi dan jagung.

“Harapannya BUMDes Utama Karya Rahtawu ini bisa menuju mandiri. Bukan hanya angan-angan saja, tetapi sudah mendekati kenyataan. Selain itu, kami berharap masyarakat bisa bersatu padu tentang bagaimana membangun desanya,” pungkasnya.(cr3/sam)