Panen Jamur Tiram, Siswa Olah Berbagai Varian Menu

KOMPAK: Pelajar kelas 8 SMP 2 Kaliwungu sedang beradu rasa saat memasak olahan jamur crispy dalam P5 tema Kewirausahaan, belum lama ini. (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Beragam upaya dilakukan guna meningkatkan kreativitas dan jiwa wirausaha para pelajar. Termasuk praktik pengolahan masakan berbahan jamur tiram. Setelah sebelumnya sebanyak 245 pelajar kelas 8 SMP 2 Kaliwungu menanam jamur tiram, kini mereka mengolah hasil panennya menjadi berbagai variasi menu.

Ketua P5 Kewirausahaan SMP 2 Kaliwungu, Nur Setyo Rini menjelaskan, pengolahan masakan berbahan jamur tiram ini merupakan lanjutan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) tema Kewirausahaan. Para pelajar dibekali tips memasak olahan jamur dengan narasumber dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Kudus.

“Agar lebih maksimal dan memahami materi, sebelum praktik anak-anak diajarkan tips memasak. Ini sebagai bekal mereka jika nantinya ingin membuka usaha,” jelasnya kepada Joglo Jateng, belum lama ini.

Ia mengungkapkan, praktik memasak ini dilaksanakan selama empat hari dengan empat menu. Yaitu olahan jamur crispy, nugget jamur tiram, lumpia isi jamur, dan tahu isi jamur.

“Setiap hari ada dua kelas yang mengikuti praktik. Dan masing-masing kelas kita bagi menjadi tujuh kelompok. Baik siswa maupun siswi semuanya ikut praktik,” imbuh Rini.

Ia mengungkapkan rasa senangnya karena bisa memberikan wadah bagi para pelajar untuk mengekspresikan kreativitas mereka. Selain jiwa wirausaha, kerja sama antarteman juga akan terbentuk di momen P5 ini.

“Mereka senang, antusias, serta enjoy ketika memasak. Tinggal membawa peralatan masak dan pihak sekolah menyiapkan bahan-bahannya,” ungkapnya.

Hadir sebagai narasumber, Chef Ali Hasan menyebutkan, pelajar SMP memiliki potensi minat belajar yang tinggi. Terlebih, belajar memasak menjadi momen yang menyenangkan bagi mereka.

“Meskipun beberapa dari mereka baru pertama kali, tapi hasilnya lumayan bagus. Sehingga tinggal dilatih maka ke depannya ini bisa jadi bekal buka usaha,” ujarnya.

Pihaknya juga ingin agar acara seperti ini menjadi penambah ilmu di tingkat sekolah. Lebih lagi zaman sekarang generasi muda harus memiliki skill dan kreativitas yang dibentuk sejak dini.

Sementara itu, Siswi Kelas 8 A, Yusfinar Vidiyati mengaku senang mendapat materi dan tips memasak jamur crispy. Ia mengaku mendapat ilmu dan tips baru dalam pengolahan jamur.

“Sebelumnya sudah mencoba praktik di rumah. Akan tetapi hasilnya tidak sebagus saat praktik di sekolah yang didampingi sama Chef Ali. Misalnya ditambah baking soda dan tepung maizena. Itu salah satu tipsnya,” ungkap Yusfinar. (cr1/adf)