PATI, Joglo Jateng – Ratusan warga Dukuh Guwo, Desa Gadingrejo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati hampir sepekan terdampak banjir. Namun, mereka belum mendapatkan bantuan dari pemerintah sama sekali.
Salah satu warga setempat, Ngadi (53) mengungkapkan, banjir melanda desanya sejak Jumat (15/3) lalu. Menurutnya, banjir kali ini lebih parah daripada tahun-tahun.
“Banjir ini jelas ini lebih parah ketimbang banjir tahun kemarin. Datangnya tiba-tiba, tinggi airnya juga ada yang semester lebih,” ucap pria paruh baya itu.
Meskipun sudah terdampak banjir beberapa hari, ia mengaku belum mendapatkan bantuan dari pemerintah. Ia pun berharap ada bantuan yang salurkan.
“Harapan ada bantuan ke sini. Karena desa ini sering kelewatan saat banjir. Padahal banjir di sini cukup parah,” ungkapnya.
Dengan kondisi, warga pun berbondong-bondong mendirikan posko darurat sendiri pada Selasa (9/3). Mengingat ada sebanyak 200 KK di pedukuhan ini yang terdampak banjir.
Salah satu relawan, Mulyadi mengungkapkan bahwa posko yang berada di pinggir Jalan Pantura Pati-Rembang itu didirikan warga sendiri secara swadaya. Dengan harapan ada bantuan yang datang.
“Ada 500 jiwa lebih yang terdampak banjir di dukuh ini. Kami berharap ada bantuan yang masuk. Karena selama ini warga belum merasakan bantuan sama sekali,” ujar Mulyadi.
Ia menyebut, warga Dukuh Guwo Gadingrejo ini sangat membutuhkan bantuan. Terutama logistik untuk mencukupi kebutuhan hidup-hidup sehari-hari. Mengingat banyak dari mereka yang kehilangan pekerjaan.
“Setelah ada posko ini harapan ada bantuan. Karena warga di sini sangat membutuhkan. Warga banyak yang menganggur karena kerjanya banyak yang serabutan,” pungkasnya. (lut/fat)










