SEMARANG, Joglo Jateng – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang bersama PCNU Kota Semarang mengusulkan ulama yang memiliki andil besar dalam penyebaran Islam di Pantai Utara Jawa, khususnya di Semarang, KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional. Hal itu disampaikan dalam kegiatan Seminar Genealogi Nasionalisme Indonesia dalam Kitab KH. Sholeh Darat di Aula Kampus Unwahas, Kelurahan Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur.
Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian agenda Haul ke-124 KH Sholeh Darat yang diselenggarakan oleh sejumlah pihak. Antara lain PCNU Kota Semarang, Unwahas, dan Komunitas Pencinta KH. Sholeh Darat (Kopisoda) Semarang.
Ketua Umum Yayasan Wahid Hasyim Semarang, Prof. Noor Achmad mengukapkan, saat ini Unwahas tengah mempersiapkan berkas naskah akademik. Yakni untuk mengusulkan pengangkatan Mahaguru Ulama Nusantara, KH. Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional.
“Apa yang saat ini kita telusuri, kita akan cari sanadnya yang kira-kira memang bisa atau yang tidak bisa digunakan dalam pengusulan sebagai Pahlawan Nasional. Contohnya dari pemikiran-pemikiran Mbah Sholeh Darat ini tentunya banyak menginspirasi tokoh lain, seperti RA Kartini yang saat ini sudah menyandang sebagai Pahlawan Nasional,” ucap Noor Achmad melalui keterangan tertulis yang diterima Joglo Jateng, Selasa (23/4/24).
Ia juga turut memberikan respon positif atas usulan tersebut. Sehingga, ia menugaskan kepada pihak terkait agar mengumpulkan data sehingga sanad dari KH. Sholeh Darat akan terdata dengan jelas.
Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang, KH Anashom menjelaskan jika pengusulan tersebut sudah direncanakan sejak lama. Namun, dalam pemenuhan syaratnya harus dilakukan secara bertahap.
“Saat ini kami telah menuju pengumpulan data dan persyaratan, serta pengambilan tema khusus untuk mengangkat KH. Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional,” jelasnya.
Ia berharap, kegiatan ini dapat memberikan informasi mengenai ide nasionalisme yang digagas oleh KH Sholeh Darat pada zaman dulu. Lalu, generasi muda dapat mengenal lebih dalam tentang tokoh tersebut.
“Pada era Mbah Sholeh dulu sudah muncul ide-ide nasionalisme yang berbentuk bagimana para ulama dan kiai zaman dulu anti pada kolonialisme. Sehingga pada seminar siang ini kita dapat berbagi data sehingga memunculkan tema khusus untuk beliau,” ujar Anashom.
Di sisi lain, Sekretaris Daerah Kota Semarang, Iswar Aminudin yang hadir secara langsung memberikan dukungan penuh atas usulan tersebut. Dirinya berharap, hal itu dapat meningkatkan kiprah Kota Semarang lebih jauh lagi.
“Tentu dukungan dari pemerintah pasti akan diberikan, data dan fasilitas kami siap. Hal tersebut sebagai konteks perkotaan dimana kota tidak akan mungkin melakukan lompatan besar apabila pijakannya tidak ada,” harapnya.
Ia juga menyampaikan, bahan usulan itu juga mendapatkan dukungan baik dari Wali Kota Semarang. Salah satunya melalui penggantian nama ruas jalan Kyai Saleh menjadi KH. Sholeh Darat dan beberapa hal yang mungkin diperlukan. (int/adf)










