Jepara  

Musnahkan Jutaan Rokok Ilegal, Pemkab Jepara Ajak Produsen Daftarkan Produknya

BAKAR: Sekda Jepara Edy Sujatmiko bersama Kapolres Jepara AKBP Wahyu Nugroho Setyawan tengah membakar rokok ilegal hasil penindakan Bea Cukai Kudus di halaman Pendopo R.A. Kartini Jepara, Jum’at (17/5/2024).

JEPARA, Joglo Jateng – Sebanyak 11,52 juta rokok ilegal dengan berbagai merk tanpa disertai pita cukai, dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman Pendopo R.A. Kartini Jepara, Jum’at (17/5/2024). Dalam kesempatan ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara mengajak produsen rokok untuk mendaftarkan produknya.

Pemusnahan barang ilegal tersebut disaksikan oleh seluruh jajaran aparat penegak hukum. Setelah dibakar sisa rokok ilegal diangkut dengan 16 dump truck dan ditimbun di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bandengan Jepara.

Barang-barang yang dimusnahkan rinciannya berupa, 11.095.938 batang Sigaret Kretek Mesin (SKM), 12.368 batang Sigaret Kretek Tangan (SKT), 141.600 batang Sigaret Putih Mesin (SPM), 30 liter Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA), 3 karung etiket, sebuah alat percetak resi, 7 buah alat pemanas, 8 roll Cigarette Tipping Paper (CTP), dan sebuah handphone. Secara keseluruhan beratnya setara dengan 18,83 ton.

Baca juga:  Yayasan MSI dan DKK Jepara Lakukan Screening TBC

Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta melalui Sekda Jepara Edy Sujatmiko mengapresiasi langkah bea cukai Kudus terhadap pemusnahan rokok ilegal. Sebab, rokok yang tidak disertai pita cukai ini dinilai sangat merugikan negara, yakni sebesar Rp. 14,14 miliar.

“Tentunya rokok ilegal ini melanggar hukum. Merugikan negara dan merugikan kesehatan. Karena tidak bisa diukur kesehatan produknya, entah komposisinya atau tembakaunya,” paparnya kepada awak media.

Ia juga menegaskan, pihak bea cukai maupun pemerintah kabupaten telah melakukan edukasi melalui sosialisasi kepada masyarakat. Apabila terdapat industri rokok rumahan yang ingin menjual produknya, maka perlu didaftarkan terlebih dahulu sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Lakukan pendaftaran agar pita cukainya dapat terdaftar dengan pasti dan benar-benar legal. Ayo kita bersama-sama gempur rokok ilegal. Karena yang menyengserakan bukan hanya produksi tapi juga konsumen. Pengusahanya juga kita bina,” tambahnya.

Baca juga:  Diskopukmnakertrans Jepara: Pembuatan Izin UMKM tidak Dipungut Biaya
BUKTI: Sekda Jepara Edy Sujatmiko dan jajaran Forkopimda Jepara bersama Bea Cukai Kudus menunjukkan barang bukti rokok ilegal dan produk ilegal lainnya di Pendopo R.A. Kartini Jepara, Jum’at (17/5/2024). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

Kepala kantor Bea Cukai Kudus Lenni Ika Wahyudiarti menyampaikan, barang tersebut berasal dari 84 kegiatan penindakan di seluruh wilayah eks Karesidenan Pati dalam kurun waktu antara Desember 2022-April 2024.

“Penindakan tersebut dilaksanakan melalui operasi pasar bersama Satpol PP dan aparat penegak hukum di masing-masing Kabupaten. Penindakan terhadap bangunan yang dijadikan gudang penimbunan atau tempat produksi rokok ilegal maupun lainnya,” jelasnya.

Menurutnya, peredaran rokok ilegal tidak hanya mengganggu penerimaan negara dari sektor cukai, namun, turut menimbulkan persaingan usaha yang tidak sehat di masyarakat. Terlebih, akibat peredaran rokok ilegal, industri rokok yang resmi mengalami kelesuan sehingga omzetnya menurun dan berdampak pada pengurangan tenaga kerja.

Atas seluruh penindakan tersebut, lanjut dia, dibuatkan Surat Bukti Penindakan yang kemudian ditindaklanjuti dengan proses penyidikan terhadap tersangka, dan barang buktinya ditetapkan untuk dimusnahkan oleh pengadilan. Jika tidak ada tersangka. Maka barang tersebut ditetapkan statusnya sebagai Barang yang Menjadi Milik Negara (BMMN).

Baca juga:  Pj Bupati Perintahkan Kepala Desa Hingga Puskesmas Intervensi Stunting

Lebih lanjut, pihaknya juga menyoroti terhadap kondisi di Jepara. Lantaran, Jepara menjadi salah satu daerah dengan kategori zona merah peredaran dan produksi rokok ilegal. Dengan itu, ia mendorong kerjasama dengan Pemkab Jepara untuk selalu mengingatkan kepada masyarakat untuk memberantas rokok ilegal, dan mengingatkan industri rokok agar mendaftarkan industrinya menjadi produk legal.

“Salah satu upaya kerjasama, yakni mensosialisasikan. Dengan begitu, kami imbau untuk menjalankan usaha secara resmi, tidak menjual, dan tidak membeli rokok yang ilegal. Pengurusan izin untuk menjalankan usaha industri hasil tembakau dapat diperoleh di Kantor Bea Cukai tanpa dipungut biaya,” tandasnya. (cr4/gih)