Kudus  

Perkuat Pondasi Sepak Bola Putri Melalui Ajang Turnamen Bergengsi

DUEL: Pemain SKU Pink, Asyifa Sholawa Farizqi saat sedang menggiring bola di lapangan guna menghindari musuh. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Ajang turnamen yang bertempat di Desa Rendeng, Kecamatan Kota itu bertujuan untuk memperkuat bibit-bibit pondasi sepak bola putri. Serta diharapkan menjadi perwujudan komitmen pengembangan ekosistem sepak bola putri di Indonesia.

Turnamen yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife, merupakan turnamen sepak bola putri Kategori Usia (KU) 14 yang diikuti oleh 11 Sekolah Sepak Bola (SSB). Mereka berasal dari Kudus, Rembang, Pati, Jepara dan sekitarnya dengan total peserta kurang dari 275 orang.

SSB yang terlibat pada turnamen series perdana ini ialah Laskar Jepara Putri, SKU Pink, Galaxinesia, Scorpions FC, Pedawang Women, Srikandi Kalirejo Undaan, Persig Gribig, Porma, SKU Orange, Women Putra Jaya, dan Garkido GFC. Menariknya, para pemain di SSB tersebut mayoritas adalah ‘jebolan’ MilkLife Soccer Challenge.

Baca juga:  Penjaringan Cabup Cawabup DPC Partai Hanura Kudus Mengerucut Tiga Nama

Salah satunya pemain SKU Pink, Asyifa Sholawa Farizqi yang sukses menjadi Top Scorer sementara dengan mengoleksi 7 gol. Pada gelaran turnamen sebelumnya, ia juga berhasil mencetak 33 gol dengan menyandang predikat Top Scorer di Kategori Usia 12.

“Turnamen ini seru, bisa bertanding sekaligus dapat teman-teman baru yang juga suka sepak bola. Sebelum turnamen, aku rutin latihan supaya bisa menang jadi juara. khususnya latihan penalty, shooting, dan games 9 vs 9. Lawan di turnamen ini menurut aku merata, karena semua tim mainnya kompak,” ucapnya.

Baca juga:  50 Persen Calon Jemaah Haji Kudus Didominasi Lansia

Di papan Top Scorer, juga tertera nama Rara Zenita Fatin dari Laskar Jepara Putri. Hingga pekan kedua, pemain dengan nomor punggung 10 ini bertengger di urutan keempat sebagai Top Scorer dengan mencetak empat gol. Sama seperti Asyifa, Rara juga jebolan MilkLife Soccer Challenge. Pada turnamen Kudus Series 1 2024 yang digelar Maret lalu, Rara juga sukses membawa sekolahnya SDIT Bumi Kartini Jepara menjadi kampiun di Kategori Usia 12.

“Seru banget ikut, karena setiap pekan bisa bertanding sepak bola, bukan cuma latihan saja. Apalagi aku memang mencari pengalaman bertanding dan untuk mengasah mental, soalnya usia lewan-lawannya di turnamen ini lebih tinggi dari aku dan pada jago,” terangnya.

Baca juga:  Resmi Dilantik, PMI Kudus Targetkan 1,3 Miliar Bulan Dana

Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan, pada setiap pekan, mereka akan berlaga dua kali (home & away) dengan format 9 vs 9. Pertandingan diselenggarakan dengan lapangan berukuran setengah lapangan sepak bola. berdurasi 20 x 2 menit, menggunakan bola ukuran 4 dengan diameter 63,5 hingga 66 cm dan berbobot 0,33-0,36 kg.

“Sebelumnya kami mengadakan MilkLife Soccer Challenge di KU 10 dan KU 12 bagi siswi Madrasah Ibtidaiyah serta Sekolah Dasar. Dari turnamen tersebut, kami melihat bakat-bakat potensial yang akhirnya membuat mereka menekuni sepak bola putri lalu tergerak bergabung ke SSB,” pungkasnya. (adm/fat)