Berkurangnya Siswa Jadi Alasan Banyak Sekolah Merger

Kepala Disdikbud Pemalang Ismun Hadiyo
Kepala Disdikbud Pemalang Ismun Hadiyo. (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Sejak lima tahun belakang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pemalang dalam data pokok pendidikan (Dapodik) banyak sekolah negeri di wilayahnya berkurang atau merger (Bergabung). Disebutkan, berkurangnya jumlah siswa dalam setiap tahun ajaran jadi alasan utama sekolah negeri merger atau berkurang.

Kepala Disdikbud Pemalang Ismun Hadiyo menuturkan, sejak lima tahun kebelakang dari tahun ajaran semester ganjil 2019/2020 hingga 2023/2024 ini jumlah SD dan SMP berstatus negeri semakin berkurang. Dari laman https://dapo.kemdikbud.go.id/sp/2/032700 tercatat perbandingan jumlah SD dan SMP negeri di Pemalang telah berkurang.

Baca juga:  Sidang Paripurna, Seluruh Fraksi Soroti Peredaran Narkoba di Pemalang

“Kalau di 2019/2020 semester genap ada 718 SD negeri dan 66 SMP, ada pengurangan pada jumlah terutama SD berkurang hingga 10 sekolah. Jika dirata-rata setiap tahunnya ada dua sekolah yang harus ditutup,” terangnya, Senin (27/5/24).

Salah satu, kecamatan yang pengurangannya cukup signifikan ada di Kecamatan Pemalang jumlahnya ada empat sekolah yang tutup dari lima tahun belakangan ini. Jumlah pada 2019 dalam data berada di angka 96 sekolah dan 2024 di angka 92 sekolah. Di mana penutupan dilakukan karena tidak memiliki peserta didik baru di tahun ajaran baru, sehingga beberapa siswa yang naik kelas harus berpindah ke sekolah lainnya atau merger (Bergabung).

Baca juga:  Anom Kembalikan Formulir di Gerindra

Ismun mengungkapkan, alasan mengapa sekolah merger karena dirinya menilai adanya keberhasilan program keluarga berencana (KB), sehingga jumlah anak-anak menurun. Selain itu, fasilitas pendidikan juga jadi acuan mengapa orang tua enggan menyekolahkan anak mereka di tempat yang sepi pendaftar. Menurutnya, biasanya sedikitnya siswa berpengaruh pada jumlah dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Mungkin program KB berhasil jadi jumlah anak sekolah makin sedikit. Di samping itu ketika sedikit maka dana BOS akan berkurang dan pastinya fasilitas sekolah juga berkurang,” tuturnya.(fan/sam)