Kudus  

BUMDes Utama Karya Rahtawu Masih Terkendala Pemahaman

Kepala Desa Rahtawu, Didik Ariyadi.
Kepala Desa Rahtawu, Didik Ariyadi. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Utama Karya Rahtawu Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus kini tengah mengalami kendala. Selama lima bulan ini kepengurusannya belum memahami tujuan dan fungsi, sehingga diperlukan ditinjau kembali.

Kepala Desa Rahtawu, Didik Ariyadi menjelaskan, sementara ini BUMDes masih dalam pembinaan. Karena dari segi kepengurusan belum paham betul tujuan mendirikan BUMDes. Pihaknya masih membutuhkan pendampingan maupun pelatihan.

“Sehingga belum memahami betul tujuan mendirikan BUMDes. Meskipun beberapa agenda yang masuk di analisis kelayakan usaha 2024 sampai Mei ada sedikit permasalahan,” ungkapnya kepada Joglo Jateng, beberapa waktu lalu.

Baca juga:  Proklim Desa Kajar Komitmen Jaga Sumber Mata Air

Didik mengakui perlunya berbenah dalam hal ini. Perlu adanya kesadaran bahwa masyarakat pinggiran kualitas SDM berbeda dengan di kota. Sehingga belum bisa berjalan secara maksimal.

“Seperti contoh pengelolaan air di desa ini ada 3 dukuh seyogyanya di kelola BUMDes. Namun saat ini masih dalam penataan, sehingga masih dikelola di dukuh masing-masing. Artinya, sementara masih membentuk kelompok mandiri. Kedepan secara administrasi dan kelembagaan akan di BUMDeskan,” kata dia.

Disamping itu, perizinan sungai sudah berkoordinasi dengan BBWS, langkah selanjutnya nanti melakukan pembinaan dan kesadaran masyarakat yang sudah menginginkan melakukan perizinan. BBWS tidak menyarankan perizinan kepada perorangan. Alangkah baiknya perizinan itu BUMDes yang melakukan sehingga dalam segi penataan untuk mengurangi resiko kebocoran.

Baca juga:  Menteri AHY Resmikan Implementasi Sertifikat Tanah Elektronik di Provinsi Jawa Tengah

“Sebenarnya kita sudah memberikan persyaratan di beberapa titik perizinan. Karena BUMDes masih ada kendala, kita menunggu laporan semesteran per tanggal 10 nanti. Laporannya seperti apa, kesiapannya juga sampai mana,” ujarnya.

Sementara itu, usaha barang dan jasa selama ini Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) sudah terlanjur kerja sama dengan penyedia lain. Dia berharap di 2025 nanti barang dan jasa sudah disediakan oleh BUMDes sendiri. Sehingga peningkatan pendapatan BUMDes bisa tercapai.

“Barang dan jasa ini kami menyediakan jasa Samsat Budiman, BPKAD terkait SPPT dan lain-lain. Yang jelas, penyediaan pembayaran online juga bisa ditangani oleh bumdes,” imbuhnya.

Baca juga:  Pemdes Gondangmanis Peringati Haul Raden Mas Datuk Singoproyo

Dia menambahkan, bulan Juli, kendala BUMDes segera diatasi. Dia berharap semua stackholder baik dari pemdes, kecamatan, maupun kabupaten sama-sama mendampingi BUMDes , sehingga kesiapan dalam menjalankan bumdes bisa maksimal. (cr3/fat)