Kudus  

Pencari Loker Pilah-pilih Sebabkan Pengangguran Bertambah

Kepala Disnaker Perinkop UKM Kudus, Rini Kartika Hadi Ahmawati.
Kepala Disnaker Perinkop UKM Kudus, Rini Kartika Hadi Ahmawati. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Dinas Tenaga Kerja Perinkop dan UKM (Disnaker Perinkop) Kabupaten Kudus menyebutkan bahwa pencari lowongan kerja dari berbagai latar belakang yang berbeda-beda suka memilih-milih pekerjaan. Hal itu menjadi penyebab angka pengangguran di Kota Kretek bertambah.

Kepala Disnaker Perinkop UKM Kudus, Rini Kartika Hadi Ahmawati menyampaikan, untuk angka pengangguran terbuka di Kota Kretek tahun ini sebesar 3,25 persen. Sementara tahun 2023 sebanyak 3,21 persen.

“Nantinya tahun depan target kami yang diberikan provinsi untuk 2025 harus 3,19 persen. Artinya harus ada penurunan signifikan,” ungkapnya kepada Joglo Jateng.

Baca juga:  Satu Jemaah Haji asal Kudus Tutup Usia

Meskipun terhitung angka pengangguran mencapai 3,25 persen, namun perusahaan industri di Kota Kretek juga banyak membuka lowongan kerja. Hal itu tetap menjadi persoalan. Lantaran para pekerja yang terbilang fresh graduate suka pilah-pilih kerja

“Alasan penyebabnya itu para pencari kerja pilih-pilih kerja. Sementara banyak perusahaan membuka loker. Tetapi pencari kerja itu ya milih-milih,” tukasnya.

Pihaknya juga terus memberikan sosialisasi di sebuah forum tertentu. Sembari memberi tahu para pekerja bahwa banyak perusahaan yang sebenarnya membuka lowongan pekerjaan. Tetapi, mengacu pada Surat Edaran (SE) bupati 0-1 tahun dasar upahnya ialah UMK.

Baca juga:  Laba PDAM Kudus Tembus 100 Persen di Semester Pertama

“Dengan begitu, harapannya dapat menekan pengangguran dan jangan pilih-pilih kerja. Kami terus mensosialisasikan SE Bupati Kudus tentang loker dan penempatan kerja. Kudus juga sebenarnya banyak perusahaan,” bebernya.

Sesuai dengan Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP), ada 1.219 perusahaan baik skala kecil, menengah, dan skala besar. Dari jumlah tersebut semuanya membuka loker.

“Terutama fresh graduate karena untuk kesiapan mental kurang, artinya dari pendidikan karakter kurang, maunya kerja enak dan gajinya banyak. Inilah perlunya pemahaman bagi pencari kerja,” jelasnya. (adm/fat)