Kudus  

Pemdes Rahtawu Gandeng Kampus untuk Bawa Perubahan di Desa

SAMPAIKAN: Kepala Desa Rahtawu mengajak mahasiswa Unnes berkolaborasi untuk memajukan desanya, beberapa waktu lalu. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pemerintah Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kudus telah mengalami perubahan signifikan sejak menggandeng para akademisi. Hal ini merupakan inisiatif dari kepemimpinan Kepala Desa, Rasmadi Didik Ariyadi.

Setelah dilantik menjadi kepala desa pada 17 Desember 2019, Didik telah menginisiasi berbagai program pembangunan. Salah satunya dirinya berfokus pada kolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Rahtawu.

Dia menyadari bahwa untuk menangani pembangunan program pemerintah, kolaborasi adalah kunci. Sesuai dengan visi misi pemerintah desa. Yakni mewujudkan Desa Rahtawu yang mandiri, jujur, adil, sejahtera, berbudaya dan berakhlak mulia. Melalui perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa yang melibatkan masyarakat secara langsung serta pertanggungjawaban yang akuntabel.

“Kita tidak bisa berdiri sendiri. Visi dan misi yang dicantumkan tanpa diikuti dengan kegiatan nyata tidak akan berhasil,” ujar Didik belum lama ini.

Lanjut dia, sejak awal 2020, Desa Rahtawu telah menjalin kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi. Seperti Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Muria Kudus (UMK), dan IAIN Kudus

Setiap tahun, mahasiswa dari berbagai prodi dikirim ke Rahtawu untuk mendukung program kerja mereka dan program dari Pemerintah Daerah (Pemda). Program kali ini menjadi tahun keempat.

“Hasilnya sudah bisa dirasakan oleh masyarakat. Mereka tidak perlu belajar ke kampus. Cukup melakukan pertemuan dengan mahasiswa untuk percepatan pembangunan di Rahtawu,” tambahnya.

Salah satu fokus utamanya menggandeng para akademisi adalah tentang bagaimana mengahadapi persaingan pasar wisata. Mengingat wisata merupakan sumber pendapatan tertinggi bagi desa, promosi dilakukan melalui media sosial dan kegiatan nyata oleh mahasiswa.

“Kami percaya mereka mempunyai kemampuan akademisi yang dapat diaplikasikan untuk memperkenalkan Rahtawu lebih mudah,” bebernya.

Selain itu, penanganan stunting dan penguatan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi prioritas. Didik menyebutkan, sebagus apapun program kerja, jika tidak diimbangi dengan SDM yang mumpuni, maka akan bertepuk sebelah tangan.

“Upaya peningkatan UMKM serta pemahaman tentang pendidikan dan hukum juga terus ditingkatkan,” ungkapnya.

Dengan kolaborasi yang antara pemerintah desa, perguruan tinggi, dan masyarakat dirinya berharap Desa Rahtawu terus bertransformasi. Sehingga bisa menjadi desa yang lebih maju dan sejahtera. (cr3/fat)