Kudus  

Kenalkan Budaya Lokal untuk Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

KOMPAK: Kepala Desa Rahtawu Didik Ariyadi foto bersama dengan para siswa yang usai ikut dalam kegiatan budaya lokal, Senin (16/9/24). (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pemerintah Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, terus berupaya mempromosikan kekayaan budaya lokal dengan serangkaian kegiatan menarik. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.

Kepala Desa Rahtawu, Didik Ariyadi menyampaikan, pada Agustus yang lalu desa ini menggelar berbagai acara budaya. Dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat dan jajaran perangkat desa.

“Kegiatan di Agustus kemarin berjalan seperti biasa dengan upacara bersama, lomba antar desa, dan lomba cerdas cermat di bidang pendidikan. Ini merupakan tahun ketiga kami menyelenggarakan upacara bersama jajaran Pemerintah Desa Rahtawu dan Kecamatan Gebog. Diikuti juga dengan pagelaran ketoprak,” ujar Didik Ariyadi.

Pagelaran ketoprak yang dihadirkan dari Pati dan dilaksanakan di balai desa tersebut mendapatkan antusiasme tinggi dari warga setempat. Ia menilai, masyarakat Rahtawu semakin menyadari pentingnya melestarikan budaya lokal. Terutama karena desa mereka termasuk dalam kawasan desa wisata.

“Kami ingin mengenalkan budaya khas Rahtawu melalui berbagai event dan pertunjukan. Sehingga dapat menarik perhatian pengunjung dari luar Kudus,” jelasnya.

Event ketoprak dan kegiatan lainnya mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat. Hal itu telah terbukti mampu meningkatkan kunjungan wisatawan.

“Kami rutin menyelenggarakan kegiatan ini karena efektif dalam mendongkrak jumlah pengunjung. Tahun ini, kami juga mengadakan mountain blues yang menarik pengunjung dari luar Kudus, dan kami rencanakan untuk menjadikannya acara tahunan,” kata Didik.

Ia melanjutkan, Desa Rahtawu berkomitmen untuk terus melestarikan budaya lokal dan memanfaatkan potensi wisata. Hal ini sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

Dengan berbagai upaya tersebut, Didik berharap Desa Rahtawu dapat semakin dikenal sebagai destinasi wisata budaya. Sehingga mampu menarik dan meningkatkan wisatawan yang datang.

“Kami terus berusaha memperkenalkan Rahtawu dari berbagai aspek untuk memajukan pariwisata desa dan memberikan pengalaman budaya yang berkesan,” tutup Didik Ariyadi. (adm/fat)