Lebih dari 800 Siswa Pemalang Ikuti MAPSI

TABUH: Kepala Disdikbud Pemalang Ismun Hadiyo serta perwakilan kepala sekolah menabuh rebana simbol pembukaan lomba MAPSI di SMPN 4 Pemalang dan SMPN 2 Pemalang, Rabu (9/10/24). (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Menjadi salah satu ajang tahunan, Lomba Mata Pelajaran dan Seni Islam (MAPSI) ke-13 tahun 2024 kembali digelar di SMPN 4 Pemalang dan SMPN 2 Pemalang. Total lebih dari 800 siswa SMP baik negeri dan swasta menjadi peserta lomba di tujuh mata lomba yang nantinya berpotensi dapat mewakili Kabupaten Pemalang di tingkat provinsi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pemalang Ismun Hadiyo menuturkan, pihaknya mengapresiasi seluruh sekolah yang telah mempersiapkan anak didiknya untuk mengikuti ajang tahunan ini. Antusiasme tersebut terlihat dari banyaknya peserta dan sekolah yang ikut, total ada 869 peserta di 86 sekolah SMP negeri dan swasta di Kabupaten Pemalang.

“Sesuai dari juknis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah kita laksanakan kembali di SMPN 4 Pemalang. Dewan juri mohon saling komitmen agar menilai secara objektif,” tuturnya, Rabu (9/10/24).

Acara tersebut juga didukung oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pemalang. Kepala Kemenag Pemalang, Roziqun secara pribadi memberikan motivasi kepada seluruh peserta lomba agar mampu menunjukkan minat bakatnya di ajang ini. Dirinya juga akan memberikan dukungan, terutama pada pelaksanaan MAPSI di tingkat provinsi, untuk para pemenang di tingkat kabupaten.

“Kita dukung penuh para siswa-siswi di tingkat SMP ini untuk unjuk gigi di provinsi nantinya. Rencananya, MAPSI Provinsi 2024 akan diadakan di Kabupaten Kudus,” terangnya.

Ketua Pelaksana MAPSI Kabupaten Pemalang Agus Susanto, sekaligus Ketua MGMP Pemalang menjelaskan, para dewan juri berasal dari praktisi, tenaga pendidikan tingkat SMA, SMK, MTS, SMP, MA dan pengajar TPQ. Mereka merupakan para juri ahli yang tidak diragukan lagi kemampuan pada masing-masing bidang.

“Lombanya itu ada rebana, Cerdas Cermat Islam (CCI), pidato, tahfid, tartil, dan kaligrafi. Jurinya juga dari ahli di masing-masing bidang, serta kami sengaja mengajak semua stakeholder untuk menjadi penilai agar didapatkan hasil terbaik untuk melaju ke Provinsi Jawa Tengah,” terangnya. (fan/abd)