KUDUS, Joglo Jateng – Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kudus memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayahnya akan tercukupi selama periode liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Menurut prediksi yang telah dilakukan, kebutuhan BBM di Kudus diperkirakan akan meningkat seiring dengan lonjakan mobilitas masyarakat. Namun pihak berwenang telah mempersiapkan alokasi yang cukup untuk mengantisipasi hal tersebut.
Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi, dan Perlindungan Konsumen, Disdag Kudus, Minan Mochamad mengungkapkan, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan. Pihaknya memastikan pasokan BBM selama Nataru.
“Berdasarkan prediksi yang kami lakukan, kami memastikan bahwa total ketersediaan BBM di Kabupaten Kudus akan cukup untuk mencakup kebutuhan masyarakat selama liburan panjang ini. Kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan distribusi berjalan lancar,” ucapnya.
Untuk itu, Disdag Kudus telah mengajukan alokasi BBM untuk wilayahnya pada 2024. Dengan rincian JBT (Solar) 82.259 KL dan JBKP (Pertalite) 104.853 KL.
Alokasi tersebut, kata Minan, sudah disesuaikan dengan kebutuhan yang diperkirakan akan meningkat selama libur Natal dan tahun baru. Baik untuk kebutuhan kendaraan pribadi maupun angkutan umum yang melintas di jalur utama Kabupaten Kudus.
“Alokasi yang kami ajukan sudah mempertimbangkan potensi lonjakan permintaan selama liburan panjang. Kami yakin pasokan yang ada akan mencukupi,” tambahnya.
Sebagai daerah yang dilalui jalur Pantai Utara (Pantura), Kudus diperkirakan akan menjadi titik transit bagi ribuan kendaraan yang melintas menuju berbagai destinasi wisata dan pulang kampung. Oleh karena itu, ketersediaan BBM di wilayah ini menjadi sangat penting.
“Untuk itu, kami juga telah melakukan koordinasi dengan sejumlah SPBU dan distributor BBM, agar stok di setiap SPBU tetap terjaga dengan baik. Kami akan memastikan agar tidak ada kekosongan pasokan BBM di titik-titik strategis, terutama di jalan-jalan utama yang sering dilalui oleh kendaraan,” bebernya.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho menyampaikan, guna menjaga kelancaran distribusi BBM, LPG, dan Avtur di Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama masa Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) lakukan sejumlah kesiapan sarana dan fasilitas serta penyaluran energi. Kebutuhan dan konsumsi BBM di Jawa Tengah dan DIY diprediksi akan meningkat sejak pertengahan Desember hingga pertengahan Januari.
“Proyeksinya, kebutuhan BBM jenis Gasoline (Pertalite dan Pertamax Series) akan meningkat sebesar 7,4 persen dari 13,5 ribu KL menjadi 14,5 ribu KL dibandingkan rerata normal (rerata normal pada Oktober 2024),” katanya.
Kebutuhan akan BBM jenis Gasoil (Biosolar dan Dex Series) mengalami penurunan sebesar 3,9 persen dari rerata normal, atau menurun dari 7,5 ribu KL menjadi 7,2 ribu KL per hari. Hal ini diprediksi karena penurunan kegiatan industri pada masa Natal dan Tahun Baru.
Menurutnya, estimasi puncak arus libur tertinggi terjadi di H-1 dan H-2 Natal dengan kebutuhan naik sebesar 19,8 persen. Kemudian puncak libur kedua di H-1 dan H-2 tahun baru, kebutuhan akan naik sebesar 10,8 persen. Terakhir, arus mudik akan diprediksi terjadi pada H+2 Tahun Baru dan kebutuhan akan naik sebesar 6,7 persen.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mengisi BBM di SPBU sebelum pergi mudik dan berwisata. Guna mempermudah menemukan SPBU terdekat saat perjalanan, masyarakat dapat menggunakan aplikasi MyPertamina atau menghubungi layanan Pertamina Call Center 135,” imbuhnya. (uma/fat)










