Kudus  

Dekati Ramadan, Omzet Usaha Fashion Naik 35%

SIBUK: Para pekerja milik usaha Aufi tengah sibuk memproduksi pakaian untuk periode Ramadan, Kamis (23/1). (NUR MAIDAH /JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Ramadan memang masih satu bulan lagi, namun momen menjelang Ramadan menjadi waktu yang ditunggu-tunggu pelaku usaha fashion untuk meningkatkan penjualan. Aufi, seorang pengusaha fashion lokal, mengungkapkan hingga saat ini, kenaikan omzet sudah mencapai 35%. Kenaikan tersebut diperkirakan akan terus bertambah hingga puncaknya pada pertengahan Ramadan mendatang.

“Kenaikan jumlah pelanggan ini mulai terasa sejak awal bulan ini, tetapi puncaknya biasanya terjadi pada pertengahan Ramadan, ketika kebutuhan masyarakat untuk fashion meningkat,” ujar Aufi, saat ditemui di tempat usahanya, Kamis (23/1).

Permintaan yang meningkat ini berdampak pada kebutuhan tenaga kerja. Dia menjelaskan, kenaikan tersebut mendorong timnya untuk meningkatkan produksi, meskipun dibutuhkan tenaga dan modal tambahan untuk memenuhi permintaan pasar. Namun, Aufi mencatat bahwa kondisi tahun ini tidak sebaik tahun sebelumnya.

“Tahun lalu, kenaikan penjualan mencapai 50-60%, tetapi tahun ini hanya sekitar 35%. Hal ini karena persaingan semakin luas, terutama di platform digital. Kalau ingin tetap bertahan, produk kami harus bisa dipasarkan secara online,” jelasnya.

Selain itu, tren fashion tahun ini juga menunjukkan pergeseran minat konsumen. Aufi menjelaskan, saat ini pembeli lebih banyak mencari fashion anak, seperti mukena dan gamis. Sementara itu, untuk fashion dewasa, gamis polos dengan kombinasi motif menjadi produk yang paling diminati.

Di tengah berbagai tantangan, Aufi tetap optimistis dengan strategi pemasaran yang diterapkan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memberikan promo menarik untuk produk lama, membuka toko sementara, serta memanfaatkan media sosial. “Kami melakukan siaran langsung di media sosial untuk menjangkau lebih banyak pembeli. Langkah ini cukup efektif meningkatkan penjualan,” katanya. (cr7/ree)