KUDUS, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) siap mendukung rencana program Koperasi Desa Merah Putih. Program ini digagas oleh Presiden Indonesia, Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri di Kabinet Merah Putih.
Kepala Dinas PMD Kudus, Famny Dwi Arfana menyampaikan, program Koperasi Desa Merah Putih hingga saat ini belum ada petunjuk teknis (teknis) yang diturunkan ke daerah. Untuk itu, pihaknya masih menunggu untuk juknisnya bagaimana.
Terkait desa yang akan digandeng dalam program tersebut, Famny juga menegaskan saat ini belum ada instruksi mengenai pemilihan desa tertentu atau semua desa yang akan dilibatkan. Begitu pun dengan teknis pelaksanaan program tersebut. Ia belum dapat menjelaskan apakah akan menjadi unti usaha di bawah Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) atau akan berdiri sendiri di bawah pemerintah desa.
“Termasuk sumber dayanya kan ada himbara (himpunan bank milik negara), hanya saja untuk teknisnya himbara bisa masuk kan harus ada pengaturan secara teknis,” tambahnya.
Famny melanjutkan, pembentukan Koperasi Desa Merah Putih ini, salah satunya untuk swasembada pangan. Sehingga, untuk sistem pertanian dan distribusi pangan di desa dapat dikelola dengan lebih terintegrasi.
“Jadi desa memang perlu dipersiapkan, terlebih untuk program baru seperti harus sosialisasi intens agar bisa berjalan dengan lancar dan sesuai harapan,” imbuhnya.
Untuk diketahui, Pemerintah Pusat tengah menggodok program Koperasi Desa Merah Putih dengan melibatkan 70 ribu di seluruh Indonesia. koperasi ini akan menjadi pusat kegiatan ekonomi desa.
Koperasi ini juga akan dijadikan sebagai tempat penyimpanan dan penyaluran hasil pertanian masyarakat. Namun, untuk sistem penganggaran atau sumber dana dalam program ini juga masih dalam pengkajian. Koperasi ini juga diharapkan dapat memutus mata rantai distribusi barang yang selama ini merugikan produsen dan konsumen. (uma/fat)










