Selain itu, lanjut Abud, dalam agenda ini juga terdapat berbagai kegiatan seni khas Ramadhan. Seperti bazar karya seni, festival budaya dan pentas teater. Abud berharap, silaturahmi ini bisa menjadi inspirasi bagi para seniman dan masyarakat luas dalam menjaga kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.
“Apalagi sebentar lagi Lesbumi akan memeringati hari lahir yang ke-65. Tentunya hal ini bisa menjadi pengingat bahwa lembaga ini telah berusia matang dalam melestarikan budaya,” imbuhnya.
Ia berharap kegiatan ini menjadi ajang untuk membangkitkan semangat dalam melestarikan kearifan lokal. Baik di tingkat nasional maupun global. Abud juga ingin para generasi muda semakin terdorong untuk mempertahankan nilai-nilai budaya Islam di Kudus sembari memperkaya ekspresi seni mereka.
“Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus. Tetapi juga momen untuk meningkatkan kualitas diri melalui kreativitas dan kebersamaan dalam berkarya,” tandasnya (adm/iza)










