Kudus  

Diserbu Ratusan Pencari Kerja, Job Fair UMK Bawa 20 Perusahaan dan Rilis Portal Karier SIPORKA

RAMAI: UMK menggelar job fair sebagai upaya mempertemukan lulusan dan pencari kerja dengan dunia industri. (ADAMNAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Universitas Muria Kudus (UMK) kembali menggelar job fair sebagai upaya mempertemukan lulusan dan pencari kerja dengan dunia industri. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti 20 perusahaan dari sejumlah sektor, dengan jumlah peserta yang telah mendaftar mencapai sekitar 800 orang.

Rektor UMK Darsono mengatakan, job fair merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mempersiapkan mahasiswa dan alumni agar lebih siap menghadapi dunia kerja. Pembekalan tidak hanya diberikan melalui kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan yang dibutuhkan setelah menyelesaikan pendidikan.

Menurutnya, mahasiswa UMK dipersiapkan sejak awal melalui pembekalan keterampilan wajib, penguatan kompetensi keilmuan, hingga pengenalan terhadap dunia kerja. Job fair menjadi salah satu tahapan untuk mempertemukan bekal tersebut dengan kebutuhan perusahaan.

Job fair ini sebagai bentuk penunaian amanah dalam penyelenggaraan perguruan tinggi untuk membekali mahasiswa dan alumni, tidak hanya dari perspektif hard skill keilmuan, tetapi juga menyiapkan mereka untuk masuk dunia kerja,” ujar Darsono.

Selain menghadirkan perusahaan, UMK dalam kegiatan tersebut juga meluncurkan Sistem Portal Karier (SIPORKA). Platform ini dirancang untuk memperluas sekaligus mempercepat layanan karier bagi mahasiswa dan alumni.

Darsono menjelaskan, SIPORKA akan menjadi sarana yang mendekatkan layanan karier kepada pengguna. Melalui sistem tersebut, mahasiswa dan alumni dapat memperoleh layanan mulai dari pendaftaran hingga konsultasi karier.

”Ini dirancang dalam rangka mendekatkan, mempercepat, dan meluaskan layanan, mulai dari pendaftaran, konsultasi, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Darsono berharap sebagian besar peserta dapat memperoleh peluang kerja dari perusahaan yang hadir. Namun, menurutnya, keberhasilan kegiatan tidak semata diukur dari jumlah peserta yang langsung diterima bekerja.

Job fair juga menjadi ruang bagi alumni untuk mendapatkan pengalaman berkomunikasi dan berinteraksi secara langsung dengan perusahaan. Pengalaman tersebut dinilai penting agar pencari kerja memahami situasi dan proses rekrutmen di dunia kerja yang sesungguhnya.

UMK berencana meningkatkan cakupan kegiatan serupa pada masa mendatang, baik dari sisi jumlah perusahaan maupun peserta. Upaya tersebut dilakukan karena tantangan generasi muda dalam memperoleh pekerjaan semakin besar.

“Terlebih di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil,” bebernya. (adm/fat/rds)