KUDUS, Joglo Jateng – Sebuah semangat yang menghangatkan, kembali muncul dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Omah Dongeng Marwah (ODM). Komunitas belajar yang tak hanya menjaga tradisi mendongeng, tetapi juga menyemai kebersamaan lintas generasi.
Tahun ini, ODM menghadirkan karya baru dalam bentuk film pendek. Dengan mengusung tema kretek yang mengangkat sosok Djamhari, tokoh penting dalam sejarah Kudus. Proses produksi film ini berlangsung sepanjang Mei 2025, di sejumlah lokasi ikonik di Kudus.
Kepala PKBM ODM, Edy Supratno menyatakan, proyek ini sebagai wujud nyata dari nilai komunitas. Ia bangga melihat para alumni yang sukarela kembali ke Kudus. Meskipun harus menempuh perjalanan jauh.
“Inilah makna kebersamaan. Film ini bukan hanya tentang Djamhari, melainkan juga persaudaraan yang tumbuh di ODM. Kami ingin menghidupkan kembali nilai-nilai di dalamnya. Terutama bagi generasi muda agar tidak melupakan budaya lokal,” ujarnya, baru-baru ini.

Sutradara film sekaligus alumni ODM, Ervina Dwi Styaningrum menyebutkan, film tersebut menjadi ruang bertemunya para alumni dan siswa aktif ODM. Dimana mereka bergotong-royong membangun karya secara kolaboratif.
“Yang membuat proses ini luar biasa adalah keterlibatan alumni dari berbagai kota. Mereka pulang bukan hanya secara fisik, tapi juga membawa semangat. Djamhari dipilih sebagai tokoh utama, karena kisah hidupnya yang menginspirasi,” ungkapnya.
Tak hanya internal, film ini juga melibatkan partisipasi dari Forum OSIS Kudus. Menjadikannya proyek lintas komunitas yang kaya akan semangat kolaborasi. Sinergi ini menunjukkan, pendidikan, seni, dan budaya dapat berjalan beriringan dalam satu ruang ekspresi.
“Kami merencanakan akan mengikuti Festival Film Folklore 2025, yang diselenggarakan oleh Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW). Festival ini menjadi ajang tahunan yang mendorong anak muda untuk mengangkat budaya kretek, sebagai bagian penting dari identitas lokal,” pungkasnya.(cr9).










