Dikatakannya, kebutuhan ternak sapi untuk hewan kurban di Banjarnegara saat ini lebih banyak dipenuhi dari luar daerah. Dalam hal ini, pedagang mendatangkan sapi dari Jawa Timur untuk transit di Banjarnegara, sebelum dijual kembali ke sejumlah daerah di Jawa Barat dan Jakarta.
Kendati demikian, pihaknya tetap memantau lalu lintas perdagangan sapi dari luar daerah yang masuk wilayah Banjarnegara. “Hal itu kami lakukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya penularan penyakit pada ternak sapi,” katanya.
Rencananya, 119 petugas pemeriksa ternak akan dikerahkan untuk memastikan pelaksanaan kurban tahun ini. Terdiri dari 15 Paramedik Puskeswan, 6 Petugas RPH, 91 Penyuluh Lapangan, serta 7 Petugas dari dinas terkait.
“Jumlah titik pemotongan ternak tahun ini diasumsikan lebih dari 1.112 titik. Tersebar di seluruh desa dan kelurahan di Banjarnegara,” tandasnya. (abd/sam)










