Penanganan Longsor Situkung, Bupati Banjarnegara Terima Penghargaan Basarnas

Bupati Banjarnegara Amalia Desiana menerima piagam penghargaan dari Kepala Basarnas Semarang atas keberhasilan penanganan bencana longsor Dusun Situkung.
Bupati Banjarnegara Amalia Desiana menerima Piagam Penghargaan dari Basarnas Semarang di Pringgitan Rumah Dinas Bupati Banjarnegara, beberapa waktu lalu. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

BANJARNEGARA, Joglo JatengBupati Banjarnegara Amalia Desiana secara simbolis menerima piagam penghargaan dari Basarnas Semarang atas dukungan penuh pemerintah daerah dalam operasi SAR penanganan bencana longsor di Dusun Situkung. Insiden tanah longsor tersebut tercatat telah memaksa relokasi di enam desa dan mempercepat pembangunan hunian baru bagi para warga terdampak.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Basarnas Semarang, Budiono, di Pringgitan Rumah Dinas Bupati Banjarnegara, beberapa waktu lalu. Momen ini sekaligus menjadi ajang evaluasi bersama terkait progres pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.

Kepala Kantor Basarnas Semarang, Budiono, menjelaskan bahwa penghargaan ini merupakan mandat langsung dari Kepala Basarnas Pusat, Marsdya TNI Mohammad Syafii.

“Semoga ke depan dapat terus bersinergi dengan para relawan di Banjarnegara, karena pada akhirnya kami adalah pelayan masyarakat dalam operasi SAR. Kami juga siap jika dilibatkan dalam kegiatan pelatihan kebencanaan bersama BPBD dan relawan Banjarnegara,” ujarnya.

Skema Pembiayaan Huntap Warga

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Amalia yang didampingi Kepala BPBD Aji Piluroso menyampaikan rasa terima kasihnya atas dedikasi tim SAR gabungan. Khususnya, atas upaya pencarian dan pertolongan korban di Dusun Situkung, Kecamatan Pandanarum, yang berlangsung secara intensif pada 16–26 November 2025 lalu.

Amalia memaparkan kondisi terkini para penyintas longsor yang mulai mendapatkan kepastian tempat tinggal.

“Kondisi saat ini terdapat enam desa yang telah direlokasi. Selain pembangunan hunian tetap (huntap) yang sudah dilakukan, diskusi bersama Gubernur Jawa Tengah juga telah kami lakukan, khususnya terkait skema bantuan yang disepakati, yaitu 50 persen dari Provinsi Jawa Tengah dan 50 persen dari Pemkab Banjarnegara,” jelas Bupati.

Ke depan, Bupati Amalia mempersilakan apabila skema kolaborasi penanganan bencana Situkung ini dijadikan pilot project atau percontohan bagi kabupaten lain di Jawa Tengah.

Sebagai bentuk penghormatan balasan atas pendampingan pemenuhan kebutuhan para korban, Pemkab Banjarnegara turut memberikan piagam penghargaan kepada pihak Basarnas. (abd/iza/rds)