JEPARA, Joglo Jateng – Dalam rangka merayakan sedekah bumi (Kabumi) sekaligus berdekatan dengan Hari Anti Tambang, warga Dukuh Toplek dan Pendem, Desa Sumberrejo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, mengadakan perayaan sederhana bertajuk Tilik Sumber. Acara ini ditujukan untuk memperkuat relasi warga Sumberrejo dengan sumber kehidupan, yaitu tanah dan air Gunung Mrico.
Sejak berlakunya aktivitas tambang, beberapa mata air di Gunung Mrico telah hilang akibat tertimbun limbah tanah bekas tambang.
Gagal panen pun membayangi para petani tiap musim hujan sebab limbah tambang yang terbawa aliran air ke sungai turut meluap ke area persawahan. Warga juga dibayang-bayangi longsoran bekas tambang yang dapat sewaktu-waktu terjadi dan menimbun rumah mereka.
Sejak Desember 2025, warga telah menyatakan sikap menolak keberadaan dan pembukaan tambang baru di wilayah mereka karena dinilai mengancam keselamatan lingkungan dan ruang hidup masyarakat.
Laporan dan keluhan resmi kepada pihak terkait juga telah disampaikan. Meski demikian, Pemkab Jepara belum sekalipun membahas secara serius tuntutan utama warga terkait penghentian dan penutupan tambang.
Oleh kerenanya, sebagai upaya merawat perjalanan panjang warga lereng Gunung Mrico dalam mempertahankan ruang hidupnya, Tilik Sumber pun dilaksanakan.
Perayaan yang diinisiasi oleh warga Toplek-Pendem bersama Walhi Jateng dan jaringan para seniman ini dilaksanakan di beberapa berlokasi di sekitar sumber-sumber mata air dan titik kerusakan akibat tambang yang ada di Gunung Mrico.










