Ferinando juga menekankan agar para siswa yang lulus tidak merayakan kelulusan dengan tindakan negatif seperti konvoi maupun aksi vandalisme.
“Rayakanlah dengan kegiatan positif. Misalnya, berbagi baju seragam layak pakai kepada adik kelas atau siswa lain yang kurang mampu,” imbaunya.
Sementara itu, salah satu sekolah yang menggelar pelepasan secara langsung adalah SMP Negeri 1 Brangsong. Sebanyak 277 siswa yang lulus diserahkan secara simbolis kepada orang tua oleh pihak sekolah dan komite sekolah.
Kepala SMPN 1 Brangsong, Abdullah menyampaikan bahwa seluruh siswa dinyatakan lulus 100 persen.
“Kelulusan diumumkan secara daring pukul 3 sore untuk menghindari kerumunan dan euforia berlebihan. Kami juga mengimbau siswa tidak melakukan konvoi atau corat-coret baju. Lebih baik, seragam OSIS yang masih layak dipakai disumbangkan kepada adik kelas yang membutuhkan,” ujar Abdullah.
Ditambahkan, acara pelepasan siswa diadakan secara sederhana di halaman sekolah sebagai bentuk penghargaan dan kenangan manis untuk para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di jenjang SMP. (ags/adf)










